HOME » BERITA » MENGENAL BUS LISTRIK OTONOM NAVYA TELKOMSEL DI ASIAN GAMES 2018

Mengenal Bus Listrik Otonom Navya Telkomsel di Asian Games 2018

Perusahan penyedia layanan jaringan komunikasi Telkomsel, menghadirkan bus listrik otonom di gelaran Asian Games 2018. Kehadiran bus tersebut menjadi bagian dari pengenalan teknologi 5G yang sudah dimiliki oleh Telkomsel. Di mana jaringan koneksi cepat itu mampu mengkomodasi kebutuhan bus tanpa supir agar dapat bekerja dengan baik.

Jum'at, 24 Agustus 2018 14:45 Editor : Ahmad Muzaki
Foto: Istimewa

OTOSIA.COM - Perusahan penyedia layanan jaringan komunikasi Telkomsel, menghadirkan bus listrik otonom di gelaran Asian Games 2018. Kehadiran bus tersebut menjadi bagian dari pengenalan teknologi 5G yang sudah dimiliki oleh Telkomsel. Di mana jaringan koneksi cepat itu mampu mengkomodasi kebutuhan bus tanpa supir agar dapat bekerja dengan baik.

Bus produksi perusahaan asal Prancis, Navya tersebut memiliki panjang 4,75 meter, lebar 2,11 meter, tinggi 2,65 meter serta bobot 2.400 kilogram. Karena desainnya yang berbentuk kotak, bus Navya mampu menampung hingga 15 orang dengan kombinasi 11 duduk dan 4 berdiri. Mengusung mesin listrik, baterai yang digunakan bus Navya mampu bertahan hingga 9 jam dengan lama pengisian daya mencapai 4 jam (fast charging) dan 8 jam (slow charging). Kedua ban baik bagian depan maupun di belakang dapat dibelokkan sehingga memberikan bus listrik otonom Navya keleluasan bergerak.

Di dalamnya terdapat berbagai fitur yang menunjang kenyamanan, seperti kursi lengkap dengan sabuk pengaman, jalur masuk untuk difabel, pendingin kabin, pintu geser otomatis, hingga pemanas udara jika dibutuhkan.

Teknologi sensor yang disematkan ke dalamnya cukup banyak. Tercatat ada 8 Lidar (Light Detection and Ranging) yang berfungsi mendeteksi keberadaan objek dalam jarak tertentu. Disematkan pula 2 kamera di bagian depan dan belakang untuk mengidentifikasi rintagan secara visual, odometry sensor di keempat roda, serta GNSS (Global Navigation Satellite System).

"Ada 16 sensor yang digunakan untuk memastikan kinerja bus otonom ini tetap baik, serta fitur keselamatannya berjalan semestinya," jelas Alexandre Chardon, Business Development Navya di Senayan, Jakarta, Kamis (23/08/2018).

(kpl/fid/ahm)

BERI KOMENTAR