HOME » BERITA » MENGENAL HONDA SENSING, FITUR 'TOLAK BALA' NEW HONDA CR-V

Mengenal Honda Sensing, Fitur 'Tolak Bala' New Honda CR-V

Honda Sensing pada New Honda CR-V dilengkapi beragam fitur untuk meningkatkan keselamatan berkendara.

Jum'at, 19 Februari 2021 08:15 Editor : Cornelius Candra
Mengenal Honda Sensing, Fitur 'Tolak Bala' New Honda CR-V
Honda CR-V 2021 (HPM)

OTOSIA.COM - Setelah sempat bocor di media sosial, Kamis kemarin (18/2), PT Honda Prospect Motor (HPM) akhirnya menghadirkan New Honda CR-V di Indonesia. Mobil SUV tersebut menjadi lebih canggih dan aman.

Hal itu tak terlepas dari tersematnya paket keselamatan Honda Sensing. Di dalamnya terdapat 5 fitur yang bisa mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sebelumnya, teknologi ini juga telah disematkan pada Honda Accord, serta sekarang terdapat di New Honda Odyssey. Berikut ulasannya:

1 dari 6 Halaman

Collision Mitigation Braking System (CMBS)

Mudahnya, CMBS berfungsi untuk mencegah terjadinya tabrak depan. Cara kerjanya, sensor di gril dan kaca depan akan mendeteksi berbagai objek yang berasal dari arah berlawanan. Ketika dirasa akan terjadi tabrakan, muncul sinyal di instrumen cluster yang mengingatkan pengemudi untuk mengerem.

Ya, sistem ini tidak mencegah tabrakan atau pun menghentikan kendaraan secara otomatis. Pasalnya, CMBS dirancang untuk mengurangi tingkat kekerasan tabrakan yang tak terhindarkan. Seluruh kendali masih berada di pengemudi.

2 dari 6 Halaman

Adaptive Cruise Control (ACC) with Low-Speed Follow (LSF)

Bisa dibilang ACC adalah cruise-control yang lebih canggih. Fitur ini mampu mengurangi kecepatan, bahkan menghentikan mobil meskipun pengendara tidak menginjak pedal rem ketika mendeteksi kendaraan di depan melambat atau berhenti.

Saat kendaraan di depan menepi atau jalur kosong, mobil akan kembali ke kecepatan yang disetel dari awal. Tapi, perlu diingat, sistem ini hanya sebatas membantu dan bukan menjadi pengganti pengemudi.

3 dari 6 Halaman

Lane Keeping Assist (LKAS)

Fitur ini membantu pengemudi untuk menjaga kendaraan supaya tetap berada di jalur yang terdeteksi. Ketika mobil mulai keluar dari marka jalan, setir akan bergetar dan disertai sinyal visual.

LKAS tidak bekerja jika pengendara tidak menempelkan tangannya di roda kemudi atau gagal untuk mengemudikan mobil. Seluruh kontrol dan mengarahkan kendaraan sepenuhnya berada di tangan pengemudi.

4 dari 6 Halaman

Road Departure Mitigation (RDM)

RDM menjaga dan membantu pengemudi ketika sistem mendeteksi kemungkinan mobil akan keluar jalur dan/atau meninggalkan jalan. Fitur ini berpadu dengan LKAS untuk membuat berkendara semakin aman dan nyaman.

Hanya saja, sistem RDM memiliki batas. Terlalu percaya pada fitur ini mungkin saja berakibat pada kecelakaan. Sekali lagi, kontrol mobil berada sepenuhnya di tangan dan kaki pengemudinya.

5 dari 6 Halaman

Auto-High Beam (AHB)

Ketika mobil melaju dengan kecepatan 40 km/jam dengan posisi tuas lampu berada di AUTO, sistem ini secara intuitif akan gerganti antara lampu jauh dan lampu normal, tergantung pada situasi jalan.

Cara kerjanya, ketika sensor mendeteksi jalan terlalu gelap, otomatis lampu jauh diaktifkan. Tapi, saat ada kendaraan dari arah berlawanan, pencahayaan kembali berpindah ke lampu normal.

6 dari 6 Halaman

Driver Attention Monitor (DAM)

Di luar Honda Sensing, sebenarnya masih ada 1 fitur keselamatan yang sangat berguna, yakni DAM. Fungsinya ialah memberi peringatan ketika konsentrasi pengendaranya menurun.

Fitur ini mengawasi pergerakan roda kemudi. Ketika komputer mobil sudah mengoreksi lebih dari 3 kali, sinyal berupa cangkir akan muncul di instrumen panel untuk mengingatkan pengemudi supaya beristirahat.

BERI KOMENTAR