HOME » BERITA » MENGENAL ISTILAH 'DANGER PREDICTION' SAAT MENGHINDARI POTENSI KECELAKAAN

Mengenal Istilah 'Danger Prediction' Saat Menghindari Potensi Kecelakaan

Untuk meminimalisir risiko bahaya di jalan, pengendara dituntut dapat memperkirakan dan menganalisa kemungkinan yang dapat menyebabkan kecelakaan.

Jum'at, 24 Desember 2021 11:15 Editor : Nazarudin Ray
Mengenal Istilah 'Danger Prediction' Saat Menghindari Potensi Kecelakaan
Ilustrasi pemotor nekat nyaris dihajar busway (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Kasus kecelakaan terjadi setiap hari dan paling banyak melibatkan sepeda motor. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Salah satunya faktor manusia yang mendominasi diangka 90% penyebab utama kecelakaan.

Kecelakaan akan membawa dampak kerugiaan seperti biaya, waktu, pikiran, kecemasan, trauma, kecacatan fisik, bahkan kehilangan nyawa.

Sebenarnya hal tersebut bisa dihindari, atau diminimalisir dengan cara mempersiapkan fisik dan kendaraan hingga memahami etika berlalu lintas yang konsisten digunakan selama berkendara.

1 dari 5 Halaman

Terkait dengan kecelakaan yang menimpa sepeda motor, Astra Honda Motor (AHM) bekerjasama dengan seluruh Instuktur Safety Riding Main Dealer di Indonesia, telah mengembangkan teknik "Danger Prediction".

Danger Prediction adalah prediksi bahaya di mana setiap pengendara dapat memperkirakan situasi yang akan terjadi dilihat dari kondisi dan keadaan sekarang atau analisa situasi sebelumnya. Pada giliranya dapat menghindari situasi bahaya dan keuntungannya yang paling besar adalah potensi aman dan keselamatan berkendara lebih tinggi.

Untuk dapat memiliki keterampilan Danger Prediction atau prediksi bahaya, pengendara perlu punya daya analisa mendalam yang terbagi dalam dua tahap.

 

2 dari 5 Halaman

Membaca situasi lalu lintas

Pertama adalah membaca situasi dan kondisi lalu-lintas di sekitar serta mengidentifikasi sumber-sumber bahaya yang mungkin terjadi.

Pemotor yang memotong jalur Busway (Otosia.com/Nazar Ray)

Pada tahap ini, ada 3 macam bahaya yang harus dianalisa, yaitu bahaya langsung, sebuah bahaya yang dapat terlihat didepan kita secara langsung. Lalu bahaya tidak langsung, yakni jenis risiko yang diluar bahaya langsung tetapi obyek penyebabnya terlihat.

Terakhir adalah bahaya tersembunyi yang tidak terlihat langsung, dan biasanya muncul secara tiba-tiba.

3 dari 5 Halaman

Selain itu tetap fokus berkendara. Caranya memaksimalkan daya pikir, dan imajinasi dalam menemukan bahaya-bahaya. Ini menjadi acuan untuk menguatkan prediksi bahaya.

"Kita perlu untuk menentukan risiko yang paling berbahaya, sehingga proses ini akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil, dan menentukan gerakan untuk reaksi kita selanjutnya agar aman dari bahaya," terang Alfian Dian Pradana, Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng.

4 dari 5 Halaman

Teknik berkendara

Kedua, pengoperasian dan penguasaan teknik berkendara yang baik. Contohnya, keputusan yang diambil adalah harus melakukan pengereman, maka pengetahuan dan teknik mengenai cara paling efektif dalam pengereman yang menghasilkan jarak pengereman pendek dan aman menjadi faktor pendukung berikutnya dalam mencapai keberhasilan eksekusi keselamatan berkendara.

Menurut Alfian, ketika berkendara, waktu berbanding lurus dengan jarak. Jadi semakin lama waktu memproses mekanisme reaksi, maka semakin panjang jarak yang ditempuh. Mulai dari identifikasi hingga tahap keputusan.

 

5 dari 5 Halaman

Hal tersebut juga ditambah cara pengoperasian yang gagal atau tidak efektif. Dengan demikian bertambah panjang jaraknya.

"Sehingga dengan panjangnya jarak yang dibutuhkan membuat potensi aman akan makin rendah karena tentunya akan nyaris bahaya atau bahkan terlibat kecelakaan," paparnya.

BERI KOMENTAR