HOME » BERITA » MENGENALI POTENSI BAHAYA KETIKA BERKENDARA SEPEDA MOTOR

Mengenali Potensi Bahaya Ketika Berkendara Sepeda Motor

Berbeda dengan mobil yang lebih terlindungi, naik motor punya risiko fatalitas luka lebih besar ketika terjadi kecelakaan, karena itu kenali potensi bahaya di jalan raya.

Jum'at, 26 Maret 2021 13:15 Editor : Nazarudin Ray
Mengenali Potensi Bahaya Ketika Berkendara Sepeda Motor
Odong-odong di jalan raya bisa menjadi potensi bahaya (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Sepeda motor merupakan alat transportasi favorit sebagian masyarakat Indonesia. Disamping irit bahan bakar, simpel, sepeda motor dianggap lebih cepat sampai ke tempat tujuan. Tidak seperti mobil yang memiliki perlindungan lebih baik, fatalitas cidera atau luka pada motor jauh lebih besar ketika terjadi kecelakaan.

Berkendara sepeda motor di jalanya pasti akan secara langsung berinteraksi dengan beragam faktor lingkungan seperti pengguna jalan lain, jalanan rusak, berpasir, hujan lebat, dan lainnya. Begitu besar resiko pengendara sepeda motor terlibat dalam berbagai kondisi yang berbahaya bagi dirinya dan pengguna jalan lainnya.

"Karena itu pemotor wajib untuk mengenali Danger Predictionsaat berkendara, sehingga dapat berusaha lebih untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi potensi-potensi bahaya dan menjadi sebuah peringatan yang selalu tertanam di benak pengendara agar selalu melakukan tindakan preventif untuk menghindari sebuah kecelakaan di jalan raya," kata Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma.

1 dari 11 Halaman

Berkendara dengan gaya santai juga berisiko

Kecelakaan tidak akan terjadi begitu saja, tetapi kejadian yang tidak pengendara harapkan dapat terjadi berawal dari potensi-potensi bahaya yang menganggap tidak penting sebelumnya.

Ada beberapa macam potensi-potensi bahaya yang perlu kita ketahui dan pahami sebagai berikut:

2 dari 11 Halaman

Potensi bahaya dari faktor manusia

Ada beberapa potensi bahaya dari faktor manusia mulai dari kurang memahami teknik dasar berkendara yang aman. Dalam hal etika, sesama pengendara harus saling menghargai dan wajib mengetahui peraturan-peraturan lalu lintas di jalan raya.

"Sebelum kita mengendarai sepeda motor, kita wajib tau dan mengerti teknik dasar berkendara sepeda motor, etika berkendara, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas," ujar Ludhy.

3 dari 11 Halaman

Pejalan kaki

Pejalan kaki adalah bagian yang paling rentan untuk menjadi korban dari seluruh subyek pengguna jalan. Benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan cedera pada pejalan kaki karena memang tidak terlindung oleh apapun.

Namun pejalan kaki juga dapat menjadi penyebab timbulnya kecelakaan di jalan raya. Seperti hal nya, pejalan kaki yang tidak menyeberang pada tempatnya atau berjalan di badan jalan walaupun sudah tersedia tempat penyeberangan khusus dan trotoar untuk mereka gunakan.

Selain orang yang berjalan kaki di jalan terdapat pula potensi bahaya lain yang datang dari manusia, seperti anak-anak yang sedang bermain layang-layang di pinggir jalan. Dimana anak-anak yang mengejar layang-layang sering lupa diri dan mengabaikan kendaraan yang sedang melintas di jalan. Selain itu benang layang-layang yang melintang di tengah jalan juga sering memakan korban dari para pengendara sepeda motor.

4 dari 11 Halaman

Pembonceng

Penumpang atau pembonceng sepeda motor yang belum memahami postur membonceng yang benar akan menjadi potensi bahaya tersendiri bagi anda. Penumpang seperti ini akan mengganggu kestabilan dan keseimbangan sepeda motor, bahkan motor menjadi berat dan tidak nyaman dikendarai.

"Penumpang sepeda motor pun harus memahami tehnik dasarnya juga seperti pandangan harus selalu fokus kedepan lalu tangan berpegangan ke pengemudi, lutut mengepit agar tidak terserempet pengguna jalan lain dan kaki tegak lurus dengan menginjak footstep,?"ujarnya.

5 dari 11 Halaman

Banjir dan pembonceng bisa mengundang kecelakaan

Hewan

Hewan ternak maupun liar dapat menjadi potensi bahaya yang juga harus diwaspadai oleh setiap pengendara sepeda motor. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia hewan-hewan ternak bebas berkeliaran dan dapat melintas di jalan raya.

Tidak jarang pengendara sepeda motor akhirnya terjatuh dan mendapat cidera berat akibat menabrak hewan yang melintasi jalanan. Tidak hanya itu, hewan jenis serangga juga harus anda waspadai. Lebah dapat menyerang pengendara ketika berkendara. Begitu juga di malam hari, serangan laron yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan dapat mengganggu konsentrasi mata pada saat berkendara.

6 dari 11 Halaman

Bahaya benda tidak bergerak

Disamping potensi-potensi bahaya bergerak terdapat pula potensi-potensi bahaya dari objek-objek yang tidak bergerak di sekitar kita. Bahkan sering sekali pengendara terjebak untuk menghadapi potensi bahaya jenis ini.

Objek yang tidak bergerak terkadang tidak dapat terlihat dengan jelas ketika anda sedang berkendara maka dari itu kita harus selalu waspada saat berkendara. Seperti jalanan berlubang, kontur jalan yang tidak rata, portal, tiang listrik, pohon, polisi tidur, dan kendaraan lain yang sedang parkir di bahu jalan.

7 dari 11 Halaman

Potensi bahaya alam

Potensi bahaya dari alam adalah potensi bahaya yang kerap tidak dapat diprediksi oleh pengendara maupun pengguna jalan lainnya. Bahkan di tahun-tahun terakhir Indonesia banyak mengalami bencana-bencana alam, mulai dari angin puting beliung, curah hujan yang tinggi, tanah longsor, gempa bumi hingga tsunami. Berikut adalah potensi-potensi yang datangnya dari alam yang sering dijumpai para pengendara.

8 dari 11 Halaman

Angin

"Angin kencang sangat berpengaruh pada kestabilan dan keseimbangan pengendara dan sepeda motornya. Terutama bagi pengendara yang menggunakan sepeda motor jenis Cub dan Matic. Sepeda motor yang memiliki ukuran dimensi relatif lebih kecil dapat keluar dari jalur jalan atau oleng bahkan bisa berpotensi terjatuh saat angin kencang," imbunya.

 

9 dari 11 Halaman

Hujan

Begitu juga hujan. Ketika jalan dibasahi air hujan, permukaan jalan menjadi licin dan daya cengkeram ban sepeda motor menjadi berkurang. Begitu juga dengan pandangan pengendara akan berkurang karena terhalang oleh air hujan.

"Pengecekan kondisi ban secara rutin dan penguasaan teknik berkendara menjadi hal penting pada kondisi ini," katanya.

Selain menggunakan Helm, Jaket, Sarung Tangan, dan Masker untuk selalu #Cari_Aman, salah satu perlengkapan berkendara yang penting lainnya adalah Jas Hujan yang berfungsi untuk melindungi pengendara saat berkendara dalam kondisi hujan.

Pengendara berbagi jalan dengan delman

 

10 dari 11 Halaman

Banjir

Hujan yang besar berpotensi menyebabkan jalanan tergenang air. Kondisi jalan raya yang terkena banjir mengakibatkan permukaan jalan akan tertutup rata oleh air, sehingga pengendara tidak dapat melihat dengan jelas dan memastikan bagaimana keadaan permukaan jalan yang ada di bawah genangan air.

"Banjir setinggi area mesin sepeda motor dan derasnya arus air juga sangat mempengaruhi keseimbangan sepeda motor yang dapat membuat kita terjatuh," kata Ludhy.

 

11 dari 11 Halaman

Jalanan berkabut

Saat berkendara sepeda motor terkadang anda harus berhadapan dengan kabut yang menyelimuti jalan dan sekitarnya. Kabut yang tipis mungkin masih dapat diatasi dengan lampu jauh atau dim namun apabilan kabut semakin tebal, maka sinar lampu yang tersedia mungkin kurang maksimal untuk dapat menembus dan akan sangat berbahaya bagi pengendara untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Memahami Danger Prediction bagi pengendara dan juga penumpang merupakan suatu hal yang wajib diketahui, sehingga kita bisa mengetahui potensi-potensi bahaya yang ada di jalan raya agar selalu aman dan menghindari adanya resiko kecelakaan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

BERI KOMENTAR