HOME » BERITA » MENGENANG IRFAN ROTOR, DEDENGKOT METAL YANG GERAM DENGAN PUNGLI DI JALAN RAYA

Mengenang Irfan Rotor, Dedengkot Metal yang Geram dengan Pungli di Jalan Raya

Pelopr musik thrash metal Indonesia, Irfan Rotor tutup usia. Dia pernah menyentil peraturan lalu lintas dan praktik kotor di jalan raya melalui lagunya.

Rabu, 17 Februari 2021 14:45 Editor : Nazarudin Ray
Mengenang Irfan Rotor, Dedengkot Metal yang Geram dengan Pungli di Jalan Raya
Mendiang Irfan Sembiring (Instagram/irfansembiring_rotor & stevi.tem)

OTOSIA.COM - Dunia musik rock Indonesia kembali berduka lantaran harus kehilangan pelopor musik beraliran Thrash Metal, Irfan Sembiring. Kepergian gitaris sekaligus vokalis grup band Rotor yang begitu mendadak ini cukup mengejutkan para pecinta musik metal di Tanah Air.

Kabar meninggalnya Irfan Rotor disampaikan sejumlah musisi metal melalui akun Instagramnya, pada Selasa (16/2/2021), termasuk Ustaz Derry Sulaiman. Melalui akun Instagramnya @derrysulaiman, mantan gitaris band Betrayer ini menyatakan rasa kehilangannya yang mendalam, dan mendoakan mendiang berada di sisi-NYA.

"Innalillahi wa inailahi rojiun, selamat jalan wahai kekasih Allah bang Irfan Sembiring (Rotor)," tulis Ustaz Derry dalam unggahan foto Irvan Rotor, Senin (15/2/2021).

1 dari 4 Halaman

Selain Derry, Stevi Item, gitaris band metal Deadsquad turut mendoakan Irfan Sembiring meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

"Berduka cita untuk @irfansembiring_rotor dari ROTOR band thrash metal legend. Seharusnya bertemu beliau minggu ini untuk meeting remake album Behind The Eight Ball. Semoga Husnul Khotimah. Selamat jalan fan. Rest in power my Heru," sebut Ivan Item dalam akun Instagramnya @ivan.item, Selasa (16/2/2021).

Tak terdengar kabar sakitnya, tak heran kalau kepergian pendiri band Rotor ini terkesan mendadak. Bahkan akhir-akhir ini Irfan ikut terlibat dalam perilisan ulang album perdana Rotor Behind The 8th Ball. Album ini sendiri pertama kali dirilis tahun 1992.

2 dari 4 Halaman

Singgung Isu Tilang

Selain mengangkat isu sosial ke dalam album perdana mereka sebagai bentuk protes terhadap penguasa, ada salah satu lagu Rotor yang mengkritik praktik tilang yang berujung duit.

Lagu tersebut berjudul 'Pluit Phobia'. Di lagu ini pria kelahiran tahun 1970 ini mengumpat peraturan lalu lintas baru yang akan diberlakukan di tahun 1993. Bagi Irfan peraturan lalu lintas tersebut semena-mena dan dapat menjadi ajang pemerasan di jalan raya.

Bahkan dalam salah satu baitnya petugas yang melakukan pungli disamakan dengan Israel. Sentilan lainnya, peraturan itu sianggap sarat praktik korupsi, dan menyusahkan rakyat kecil karena harus merogoh kocek ketika dianggap salah di jalan.

Di bagian akhir lirik terdapat sindiran, bahwa masyarakat seolah menjadi trauma ketika mendengar pluit tanda diminta berhenti oleh petugas di jalan. Takut-takut harus membayar sejumlah uang yang bukan menjadi keharusan.

3 dari 4 Halaman

Lirik Lagu Pluit Phobia

Selamat siang, Dik
Siang, Pak
Bisa lihat surat-suratnya?
Wah? nggak bawa, Pak
Anda kami tilang!

Pada tahun 1993
Polisi serasa Izrael
Saat berlaku UU LAJR
Siapkan ratusan ribu

Langgar peraturan
Alpa surat-surat
Hanya dua pilihan
Jutaan atau penjara

Mungkin buat si kaya tak t?rasa
Mungkin rakyat makin disiplin
Tapi si miskin makin melarat
Atau aparat makin korupsi

Mereka kecewa?
Mereka protes?
Terhadap undang-undang?
Kurang pertimbangan?

Apa yang akan terjadi?
Trauma sepanjang jalan
Akan timbul penyakit baru
Bagi rakyat Indonesia?Pluitphobia

4 dari 4 Halaman

Hijrah

Irfan Sembiring merupakan dedengkot musik metal di Indonesia dengan membentuk grup band Rotor tahun 1991. Rotor pernah ditunjuk menjadi band pembuka konser Metallica di Jakarta tahun 1993.

Sudah sejak lama Irfan memulai perjalanan hijrah, melepas dunia ingar bingar musik keras yang membesarkan namanya. Sehari-hari Irfan memakai baju gamis dan peci.

Sebelum menutup usia, dalam kesehariannya Irfan menyibukkan diri dengan memperdalam agama islam, bahkan kerap ikut berdakwah.

BERI KOMENTAR