HOME » BERITA » MENGINTIP EFISIENSI BAHAN BAKAR ALL NEW HONDA BRIO, TEMBUS 20KM/LITER

Mengintip Efisiensi Bahan Bakar All New Honda Brio, Tembus 20km/liter

Jum'at, 14 September 2018 16:15 Editor : Cornelius Candra
Foto: Oto.com

OTOSIA.COM - Pada pengumuman harga All New Honda Brio, Honda Prospect Motor (HPM) turut mengajak Large Project Leader (LPL) Honda Brio, Tsutomu Harano. Pada kesempatan tersebut, Harano menjelaskan mengenai fefisiensi bahan bakar city car tersebut. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, konsumsi bensin Honda Brio CVT mencapai 20,3 km/liter dan 20,1 km/liter untuk varian manual.

Dari mesin 1.2 liter, Honda meracik sedemikian rupa, agar konsumsinya sesuai regulasi LCGC, minimal 20 km/liter. Sebab, mereka punya Brio Satya yang masuk skema LCGC. Kedua mobil anyar itu, kini dimensinya lebih besar (sumbu roda tambah 60mm), sementara mesinnya sama dengan versi lawas.

Begini cara Honda mengakalinya. “Untuk mengejar efisiensi, maka kami memperbaiki sisi aerodinamisnya. Awalnya kami bikin clay model yang bentuknya seperempat dari desain asli mobil. Kami kemudian menaruhnya di air tunnel, untuk menghitung koefisien drag aerodinamikanya. Singkat cerita, nilainya sedikit naik jika dibandingkan Brio lama,” jelas Harano dalam Oto.com.

Menurut LPL Honda Brio, yang bikin boros konsumsi BBM, ya tahanan udara. “Makanya kami bikin bagus nilai aerodinamika agar irit bahan bakar. Nilai koefisiennya dibanding dengan yang lama, 0,02%. Karena makin lebar, bobot tambah 5 kg dari frame saja. Namun secara keseluruhan bobot tambah 20 kg. Untuk bagian hood ada perbaikan. Yang kedua ada di bagian dekat lampu belakang. Banyak yang kami perbaiki, agar nilainya semakin baik,” tambahnya.

Kemudian untuk model sekarang, sudah pakai engine cover. Ini juga meningkatkan aerodinamika. Meski sangat laku di Indonesia, ternyata riset Brio dilakukan oleh Honda Asia Pacific di Thailand. Menurut Honda, fasilitas di sana cukup lengkap. Khusus fasilitas R&D Honda Indonesia, lebih fokus melakukan riset, menggabungkan komponen lokal. Brio punya lokal konten 85%, besarannya naik sekitar 2% dari versi lama. Tambahan itu, salah satunya berasal dari engine crankshaft.

Honda R&D Asia Pacific Co, Ltd (HRAP) mengambil alih penelitian dan pengembangan Brio di wilayah Asia & Oseania. Mereka mulai mengembangkan Honda Brio generasi ke-2 dengan peningkatan semua aspek. Tim R&D melakukan survei pasar yang luas, meliputi kota-kota besar dan daerah pedesaan. Gunanya, untuk mendapatkan lebih banyak info dalam memahami kebutuhan konsumen. Jadi, terciptalah mobil dengan desain dan fungsi yang orientasinya konsumen.

Sejak pertama kali diluncurkan hingga saat ini, Honda Brio telah menggenggam total penjualan 237.272 unit di Indonesia. Penjualan Brio di Indonesia bahkan mencapai 58% dari total penjualan di seluruh dunia. Ini menjadikan Indonesia sebagai “leading country" untuk pengembangan model ini.

Sumber: Oto.com

 (kpl/crn)

BERI KOMENTAR