HOME » BERITA » MENGUAK CARA KERJA TRANMISI CVT

Menguak Cara Kerja Tranmisi CVT

Kamis, 27 April 2017 21:15

Menguak Cara Kerja Tranmisi CVT
Foto: Autoevolution
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Di era dimana teknologi semakin canggih, transmisi pada mobil juga ikut berevolusi. Salah satunya dengan maraknya transmisi CVT.

Continous Variable Transmission (CVT) adalah sistem transmisi yang tidak memiliki gigi perseneling seperti pada mobil bertransmisi manual ataupun mobil bertransmisi matik konvensional.

Sebagai pengganti gigi 1,2,3,4 tetap pada gigi satu dan tidak perlu mengoper tuas perseneling. Untuk penggantinya digunakan dua puli yakni puli penggerak dan puli yang digerakkan, kedua puli tersebut dihubungkan dengan belt (sabuk dari serat baja).

Puli penggerak tersebut bisa menyesuaikan kecepatan yang dibutuhkan mobil, jadi bisa cepat bisa juga lebih lambat secara otomatis.

Jika RPM mesin naik maka kecepatan akan disesuaikan dengan otomatis. Awalnya, puli yang menggerakkan rasionya lebih kecil namun lama-lama menjadi besar sesuai dengan kebutuhan kecepatan mobil. Sedangkan puli yang diputar (digerakkan), tadinya besar lama-lama jadi kecil.

Cara kerja tranmisi CVT ini cukup halus, selain tidak ada hentakan akibat proses perpindahan gigi juga karena pergerakan transmisinya menggunakan belt. Namun untuk akselerasinya, mobil bertransmisi CVT tidak sebaik mobil bertransmisi matik konvensional dan manual.

Kelebihan transmisi CVT adalah lebih mudah dikendarai karena tinggal bermain gas dan rem saja layaknya mengendarai motor matik, akselerasinya lebih lembut tanpa ada hentakan perpindahan gigi perseneling, mempunyai engine brake yang cukup kuat sehingga jika melewati turunan kerja rem tidak terlalu berat jika dibandingkan mobil matik konvensional, lebih irit bahan bakar karena penggunaan rpm mesin relatif stabil, dan tidak naik turun seperti mobil manual dan matik yang selalu menaik turunkan rpm mesin untuk perpindahan gigi.

Punya kelebihan bukan berarti tidak punya kelemahan, kelemahan dari sistem transmisi CVT adalah lebih susah untuk diperbaiki ketika rusak, karena memiliki sistem yang kompleks, selain itu mobil bertransmisi CVT tidak bisa dibuat berkendara secara kasar karena mesin akan mudah rusak.

 (kpl/fdk)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER