HOME » BERITA » MENGULIK 3 KONFIGURASI MESIN PADA ERA MOTOGP, DARI 990CC HINGGA 1000CC

Mengulik 3 Konfigurasi Mesin Pada Era MotoGP, dari 990cc hingga 1000cc

Jarang diketahui, ini 4 konfigurasi mesin yang pernah diperlombakan di ajang MotoGP

Rabu, 07 Oktober 2020 12:15 Editor : Ahmad Muzaki
Mengulik 3 Konfigurasi Mesin Pada Era MotoGP, dari 990cc hingga 1000cc
MotoGP - Bedah Kekuatan 4 Pembalap Bersaing Jadi Juara Dunia MotoGP 2020 (Bola.com/Adreanus Titus)

OTOSIA.COM - Ajang adu balap motor tentu didukung dengan mesin berperforma tinggi. Beragam kapasitas mesin pun telah diperlombakan, termasuk kelas 50cc.

Sejarah sendiri mencatat kelas 350cc sempat menjadi yang paling bergengsi pada awal tahun Kejuaraan Dunia Balap Motor. Tepatnya balapan pertama kelas 350cc berlangsung di Isle of Man pada 13 Juni 1949.

Banyak pembalap hebat lahir pada era motor hanya memiliki tenaga 30-60 dk atau tenaga kuda ini. Sebut saja John Surtees, Jim Redman, Mike Hailwood, sampai Giacomo Agostini.

Perlahan tapi pasti, kelas premier Kejuaraan Dunia Balap Motor terus berevolusi. Dari kelas 500cc yang begitu ikonik sampai MotoGP sekarang.

Terkait dapur pacu sendiri, ternyata kelas MotoGP telah mengganti konfigurasi mesin sebanyak 3 kali. Melansir Bola.com dari Box Repsol, berikut 3 konfigurasi mesin berbeda pada era MotoGP.

1 dari 3 Halaman

1. Mesin 990cc

Kelas MotoGP dimulai pada tahun 2002 untuk menggantikan kelas 500cc yang dianggap menghadirkan motor yang menciptakan polusi udara. Motor 2-tak yang begitu ikonik akhirnya digantikan dengan motor MotoGP konfigurasi mesin 4-tak 990cc.

Mesin motor dengan tipe empat dan lima silinder pada tahun pertama kelas MotoGP bisa menyemburkan tenaga mencapai 210 dk atau tenaga kuda.

Ketika era mesin 990cc berakhir pada musim 2006, motor MotoGP memiliki power tertinggi di angka 260 dk. Motor fenomenal pada era ini adalah Honda RC211V di mana sukses mengantarkan Valentino Rossi dan Nikcy Hayden jadi juara dunia.

2 dari 3 Halaman

2. Mesin 800cc

Dengan perubahan regulasi pada 2007, pabrikan terpaksa mengurangi kapasitas silinder mesin menjadi 800cc. Ini diikuti perombakan total dari semua mesin motor.

Ada beberapa pabrikan memilih model Inline 4 atau V4 yang sama-sama punya kelemahan dan kelebihan masing-masing. Pada era ini, tenaga motor berkurang menjadi 220 dk dan kemudian naik menjadi sekitar 230 dk.

Penerapan beberapa teknologi baru seperti seamless shift gearbox, mesin katup pneumatik, serta elektronik yang semakin canggih, membuat lap time motor MotoGP 800cc identik dengan 990cc!

3 dari 3 Halaman

3. Mesin 1000cc

Mesin 800cc berlaku dari musim 2007-2011. Terhitung mulai MotoGP 2012, semua tim menggunakan mesin empat silinder dengan kapasitas mencapai 1000cc.

Dengan mesin 1000cc, tenaga motor ada di angka 230 dk dan seiring berjalannya waktu sampai sekarang, motor sudah mencapai 260 dk. Tidak heran, pada beberapa trek cepat, kecepatan motor MotoGP bisa tembus 350 km/jam.

Dengan performa seperti itu, tak heran beragam inovasi dimunculkan, seperti di sektor elektronik dan aerodinamika. Alhasil sempat muncul winglet di fairing motor. Namun kini bagian tersebut telah dilarang.

BERI KOMENTAR