HOME » BERITA » MENGULIK CARA KERJA AIRBAG PADA MOBIL

Mengulik Cara Kerja Airbag Pada Mobil

Jum'at, 21 April 2017 20:30

Mengulik Cara Kerja Airbag Pada Mobil
Foto: Toyota
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Di era modern, hampir semua mobil yang keluar dari pabrit telak dilengkapi dengan fitur kemanan berupa kantung udara atau Airbag.

Airbag berfungsi untuk melindungi daerah kepala, leher, dan dada pengemudi maupun penumpang. Secara prinsip ketiganya memiliki mekanisme kerja yang sama.

Sensor airbag pada mobil akan mengirimkan sinyal ke modul kontrol begitu mobil mengalami tabrakan atau membentur keras, dan airbag mengembang.

Modul kontrol tersebut berupa komputer kecil yang berfungsi untuk menerima data benturan dari sensor. Selanjutnya modul mengirimkan sinyal ke pemicu atau igniter perangkat listrik yang berupa kawat tipis.

Ketika arus listrik mengalir maka kawat akan panas dan membakar propelan airbag yang terdiri dari zat azida natrium. Pembakaran zat itu menghasilkan gas nitrogen yang memicu airbag mengembang dan melindungi pengemudi atau penumpang mobil. Gas nitrogen akan keluar dan airbag mengempis kembali sesaat setelah kepala pengemudi atau penumpang membentur airbag.

Akibatnya, kantung udara itu tak akan menjepit kepala atau badan pengemudi atau penumpang. Jadi penumpang tetap aman.

Ada beberapa jenis sensor berdasar letak penempatannya. Pada mobil model lama, penempatan di bagian depan mobil sedangkan pada model yang lebih baru, sensor langsung terpasang pada modul airbag.

Selain itu, ada juga sensor yang ditempatkan di pintu untuk mengaktifkan airbag samping. Airbag yang dipasang di dashboard atau di lingkar kemudi hanya akan mengembang jika terjadi tabrakan depan atau di wilayah 30 derajat dari arah depan kendaraan.

Sementara airbag yang dipasang di samping akan aktif ketika mobil mengalami benturan pada sudut tertentu. Airbag yang dipasang di sebelah kiri tak akan mengembang ketika bagian kanan mobil yang mengalami benturan keras. Begitu pun sebaliknya. Cara kerja airbag di bagian samping berbeda dengan airbag yang ditempatkan di depan.

Airbag di bagian ini menggunakan tabung gas argon terkompresi dengan tingkat tekanan berkisar 3.000-4.000 psi. Pada saat mobil mengalami benturan gas tersebut akan terlepas dan berfungsi memicu airbag mengembang. Seperti halnya nitrogen, gas argon ini tak berbahaya.

(kpl/fdk)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-4-21
detail

BERITA POPULER