HOME » BERITA » MENGUSIR PONTENSI BAHAYA SAAT MENGEMUDI DALAM KONDISI BERPUASA

Mengusir Pontensi Bahaya Saat Mengemudi dalam Kondisi Berpuasa

Rasa lapar, haus dankantuk saat berpuasa berpotensi mengganggu konsentrasi mengemudi. Karena itu perlu langkah ansipastif agar terhindar dari bahaya.

Minggu, 18 April 2021 15:45 Editor : Nazarudin Ray
Mengusir Pontensi Bahaya Saat Mengemudi dalam Kondisi Berpuasa
Ilustrasi rasa kantuk saat mengemudi (medium.com)

OTOSIA.COM - Menjalankan ibadah puasa tidak menjadi halangan untuk tetap melakukan ativitas sehari-haris secara normal. Namun rasa lapar, haus dan kondisi fisik yang lemas berpotensi mengganggu konsentrasi mengemudi, serta dapat memicu emosi di jalan.

Agar tetap fokus, aman dan nyaman mengemudikan mobil, Hariadi, Assistant to 4W, 2W & Marine Service Department, Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membagi kiat-kiat berkendara yang aman dan nyaman saat menjalankan puas.

Berikut hal-hal penting yang harus diperhatikan saat berkendara dalam kondisi berpuasa:

1 dari 5 Halaman

1. Persiapan sebelum berkendara

Persiapan perlu dilakukan, apalagi berkendara dalam waktu yang cukup panjang atau jauh. Salah satu persiapan adalah menyiapkan makanan atau minuman mendekati waktu maghrib untuk berbuka puasa di perjalanan. Agar buka puasa tidak mengganggu konsentrasi berkendara, sebaiknya pengendara mencari tempat yang aman untuk berhenti sejenak.

 

2 dari 5 Halaman

2. Hindari Hal-hal yang menyebabkan kantuk

Salah satu yang sering dirasakan saat berpuasa adalah rasa kantung, terlebih jika berada di dalam ruangan yang dingin. Karena itu ketika mengemudi diupayakan tidak menyetel suhu AC terlalu dingin karena udara dingin dapat menambah rasa kantuk.

Hal lain yang tak kalah penting untuk mengurangi kantuk saat berkendara adalah dengan memperhatikan pola dan jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur.

 

3 dari 5 Halaman

3. Konsentrasi

Meski dalam kondisi puasa tetap harus waspada dan fokus. Konsentrasi saat mengemudi sangat penting. Salah satu yang menurunkan konsentrasi dengan drastis adalah rasa kantuk. Jika mengantuk saat mengemudi, jangan memaksakan diri. Segera menepi dan beristirahat sampai rasa kantuk tersebut benar-benar hilang.

 

4 dari 5 Halaman

4. Pengendalian diri

Saat puasa biasanya jalan-jalan akan macet terutama menjelang maghrib. Banyak pengendara lain yang terburu-buru ingin sampai rumah sebelum berbuka puasa. Kondisi demikian tidak jarang jarang memancing emosi. Hal ini justru berdampak tidak baik dan akan menurunkan konsentrasi. Sehingga penting untuk mengendalikan diri dalam situasi tersebut. Ingat, esensi puasa itu sendiri adalah proses melatih pengendalian diri.

 

5 dari 5 Halaman

5. Memanfaatkan teknologi

Saat ini banyak teknologi yang memudahkan pengendara. Ada baiknya memanfaatkan teknologi seperti google maps, aplikasi waze, atau yang lainnya untuk mendapatkan rute yang paling cepat dan dekat, sehingga tenaga dan pikiran tidak terkuras karena jalanan yang macet.

"Mengemudi saat menjalankan puasa seringkali mempengaruhi fungsi kognitif dan memberikan efek pada pengemudi seperti lelah dan mengantuk sehingga dapat mengurangi konsentrasi," imbuh Hariadi.

 

BERI KOMENTAR