HOME » BERITA » MENJAJAL HELM HJC YANG POPULER DI MOTOGP VERSI SNI, TERNYATA BEGINI RASANYA

Menjajal Helm HJC yang Populer di MotoGP Versi SNI, Ternyata Begini Rasanya

Helm yang populer di kalangan pembalap MotoGP kini memiliki label SNI.

Selasa, 28 Januari 2020 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Menjajal Helm HJC yang Populer di MotoGP Versi SNI, Ternyata Begini Rasanya
Helm HJC (Istimewa)

OTOSIA.COM - Helm HJC terkenal sebagai satu part penting di MotoGP. Cal Crutchlow dan Andrea Iannone adalah dua dari sekian rider yang percaya dengan pelindung kepala satu ini.

Brand HJC sendiri sebenarnya sudah masuk Indonesia beberapa waktu lalu dan kini berlabel SNI. Logo SNI sendiri tetera di bagian belakangnya dalam bentuk embose.

Pelabelan helm impor dengan logo SNI sendiri bukan hal mudah dan sudah dimulai sejak tahun 2017. Baru pada Mei 2018, helm tersebut masuk tahap audit SNI untuk HJC di pabrik Korea, yang mulai eksis sejak 1971.

Usai audit SNI di Korea, helm tersebut dites di B4T Bandung pada September 2018. Setelah proses demi proses, setahun kemudian, HJC versi SNI rampung dan mendarat di Jakarta.

1 dari 2 Halaman

Apa hebatnya HJC? Basic helm ini sudah memenuhi regulasi ECE dan DOT. Batoknya sebisa mungkin dibuat enteng sekaligus memenuhi aturan benturan berdasarkan dua standar tadi.

Sebagai contoh, batok helm HJC tipe RPHA dibuat dari campuran antara carbon dan carbon-glass hybrid fabric. Totalnya ada 5 lapis yang dijadikan satu dan dinamai composite special Premium Integrated Matrix Standard Aerospace.

Lalu dia punya visor dengan RapidFire, sistem copot-pasang mudah dan aman karena berbingkai. Di bagian ujung visornya terdapat pengunci visor agar tidak mudah terbuka, juga penggunaan visor darksmoke dan anti-fog.

Standar keselamatan sirkuit dengan ikat dagu DD ring, sementara interior sejuk didukung jalur Multicool,  dan memakai akai bahan dalam anti-bakteri. RPHA ini terdiri dari RPHA 11 (untuk balap), RPHA 70 (double visor), dan RPHA 90 (modular). Ketiganya sudah berlabel SNI.

2 dari 2 Halaman

Apa bedanya ketika berlabel SNI? Pertama, bahan batoknya lebih tebal untuk mengakomodasi standar SNI yang secara norma mengakomodasi standar dari Inggris, Jepang, dan Eropa. Sementara itu, untuk RPHA11 Pro juga sudah berstandar ECE dan DOT, selain SNI.

Helm tersebut benar-benar disesuaikan dengan bentuk kepala orang Asia yang cenderung bulat, termasuk busa pipinya. Itu mengapa helm yang dipasarkan di DuniaMotor tersebut sekarang cocok dengan kepala orang Indonesia.

BERI KOMENTAR