HOME » BERITA » MENRISTEK: KITA PERLU BELI KENDARAAN LISTRIK LOKAL

Menristek: Kita Perlu Beli Kendaraan Listrik Lokal

Dukungan masyarakat juga diperlukan dalam program percepatan kendaraan listrik di Indonesia.

Sabtu, 14 Desember 2019 10:15 Editor : Cornelius Candra
Menristek: Kita Perlu Beli Kendaraan Listrik Lokal
Sepeda motor listrik Gesits (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) ingin agar masyarakat juga turut mendukung program percepatan kendaraan listrik. Salah satunya ialah dengan membeli produk dalam negeri, seperti Gesits.

"Kita harus menciptakan rangkaian yang penuh, untuk mendukung segala aspek pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," kata Bambang dalam Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik dalam Mendukung Solusi Transportasi Ramah Lingkungan, di Jakarta, Jumat (13/12).

Dia mencontohkan perusahaan mobil Hyundai asal Korea Selatan, yang sukses dikarenakan produknya dibeli oleh masyarakat Korea Selatan. Diharapkan, Gesits juga bisa mengikuti kesuksesan Hyundai.

Dia berharap, dengan acara ini kendaraan listrik buatan dalam negeri bisa diminati masyarakat Indonesia. "Kunci suksesnya, yaitu harus dimulai dengan konsumsi dalam negeri. Bagi kami inovasi adalah masa depan bangsa," imbuhnya seperti dikutip dari Liputan6.com.

1 dari 1 Halaman

Infrastruktur Listrik

Menristek: Kita Perlu Beli Kendaraan Listrik LokalInfrastruktur Listrik

Bambang menambahkan, uji coba kendaraan listrik ini sejalan dengan target pemerintah mencapai penurunan emisi gas rumah kaca, salah satunya dengan mengurangi polusi udara, baik dari pembangkit listrik maupun kendaraan.

Dia meminta PT PLN (Persero) harus siap dalam mendukung dan menyuplai energi listrik. Meski investasi kendaraan listrik ini mahal di awal, namun akan banyak keuntungan yang diperoleh jika sudah menggunakan dan menerapkan kendaraan listrik dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita tidak beli listrik, tapi charging. Kita sendiri sudah menciptakan program go green, maka PLN tolong perhatikan aspek antara nilai dengan biaya operasi," jelas Bambang.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR