HOME » BERITA » MENUJU ERA EURO4 DI INDONESIA, BEGINI KESIAPAN ISUZU

Menuju Era Euro4 di Indonesia, Begini Kesiapan Isuzu

Mereka justru berharap kebijakan itu segera dilaksanakan bagi industri otomotif dan lingkungan di Indonesia.

Selasa, 15 Juni 2021 18:15 Editor : Nurrohman Sidiq
Menuju Era Euro4 di Indonesia, Begini Kesiapan Isuzu
Isuzu Panther (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Pada tahun 2022, kendaraan mesin disel akan dikenai standar emisi Euro4 di Indonesia. Hal ini menjadi catatan khusus bagi Isuzu yang memiliki mayoritas produk menggunakan bahan bakar disel.

Regulasi tersebut pertama ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 dan penundaan dengan terbitnya surat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020.

1 dari 3 Halaman

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mendukung regulasi tersebut. Terlebih lagi, mereka berharap kebijakan itu segera dilaksanakan bagi industri otomotif dan lingkungan di Indonesia.

Mengutip dari IAMI, Senin (14/06/2021), Tonton Eko, selaku General Manager Product Development IAMI, menuturkan kesiapan Isuzu Indonesia menghadapi transisi ke Euro4.

2 dari 3 Halaman

"Kesiapan ini kami breakdown dalam tiga kategori, yaitu produk, layanan aftersales yaitu service dan spareparts, dan fasilitas pendukung seperti karoseri dan leasing partner. Perubahan landscape bisnis dengan penerapan EURO IV akan berpengaruh besar pada industri secara keseluruhan," ucapnya.

Tonton menjelaskan bahwa, teknologi commonrail yang sudah mereka pakai sejak tahun 2011 pada truk Giga dan tahun 2018 pada truk Isuzu Elf NMR81, sudah memumpuni standar baru tersebut.

3 dari 3 Halaman

Ia menambahkan dengan tersedianya perangkat itu sejak tahun 2011 silam, kesiapan aftersales sudah tidak diragukan lagi.

Perlu diketahui juga, melansir Gaikindo, Senin (14/06/2021), Emisi Euro merupakan standar Eropa guna meningkatkan kualitas udara. Semakin tinggi tingkat Euro maka makin rendahnya batas kandungan gas karbon dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, volatil hidrokarbon, dan partikel lain yang berdampak negatif pada manusia dan lingkungan.

Penulis: Arendra Pranayaditya

BERI KOMENTAR