HOME » BERITA » MENYIASATI KENAIKAN BBM DENGAN MINYAK ATSIRI

Menyiasati Kenaikan BBM dengan Minyak Atsiri

Kamis, 20 November 2014 19:15

Menyiasati Kenaikan BBM dengan Minyak Atsiri
Oktaniol
Editor : Ahmad Khoirudin Mobil Terkait : Mobil Honda Mobilio Dijual

Otosia.com - Bertepatan dengan kenaikan harga bensin premium sebesar menjadi Rp 8.500/liter dan solar Rp 7.500/liternya, PT Lingkar Bumi Lestari menawarkan cairan oktaniol fuel saver yang diklaim mampu menghemat BBM pada kendaraan.

Perbedaan dengan cairan penghemat BBM lain, oktaniol 100 persen berbahan dasar minyak Atsiri tanpa zat kimia. Oktaniol tidak mengandung lemak jenuh, sehingga tidak terjadi pengendapan di ruang bakar.

“Oktaniol sudah melalui proses fraksinasi, sehingga tidak mengandung air, dimana air akan menimbulkan korosi,” kata Sarifah Nurjanah, peneliti oktaniol dari PT Lingkar Bumi Lestari.

Berdasarkan hasil penelitiannya selama 15 tahun, minyak atsiri bisa menjadi campuran untuk BBM, baik premium, pertamax, maupun solar.

“Hasil pengujian Lemigas menunjukkan bahwa BBM yang ditambahkan oktaniol menunjukkan penurunan gas CO atau gas buang sekitar 30 persen dibandingkan gas CO atau gas buang tanpa oktaniol. Ini menjukkan bahwa oktaniol menyebabkan pembakaran lebih sempurna. Cara kerja oktaniol adalah dengan mengikat bahan bakar sehingga ikatannya lebih mudah lepas dan mudah menguap,” paparnya.

Uji Lemigas menggunakan dua kendaraan secara bersamaan, satu kendaraan menggunakan BBM dan satunya menggunakan BBM plus oktaniol, kemudian hasil uji kinerjanya dibandingkan. Uji lapangan dilakukan dengan cara sederhana yaitu mengisi penuh tangki kendaraan lalu melakukan perjalanan (jarak tempuh dicatat) setelah itu melakukan pengisian tangki sampai penuh untuk melihat jumlah konsumsi bahan bakar.

“Hasil uji empiris kendaraan menunjukkan bahwa penghematan bahan bakar saat menggunakan oktaniol secara rata-rata sekitar 30 persen,” timpal peneliti lain, Suwandi.

Kendaraan yang diuji, diantaranya sepeda motor Honda Supra Fit 2006 yang diisi oktaniol sanggup menempuh 64 km/liter, Suzuki Aerio 2003 memakai premium yang dicampur oktaniol menghasilkan 1 liter menempuh 17 km, dan Toyota Avanza 2012 tipe G bermesin injeksi diberi premium dan dicampur oktaniol, dalam kondisi fulltank menempuh 430 km. Berikutnya Pajero Sport 2014 (injection diesel) dengan oktaniol konsumsi BBM 1 liter menempuh jarak 11 – 14 km.

“Apakah pemakaian fuel saver dalam jangka waktu yang lama khawatirkan akan merusak mesin? Itu betul bila fuel savernya mengandung bahan kimia. Namun, oktaniol 100 persen berbahan dasar minyak atsiri tanpa zat kimia. Minyak Atsiri justru membuat pembakaran lebih sempurna sehingga kerja mesin menjadi lebih ringan dan mesin lebih responsif,” cetus Suwandi.

Oktaniol dapat digunakan untuk semua jenis kendaraan baik yang menggunakan sistem karburator maupun injeksi, serta bermesin bensin dan diesel.(kpl/nzr/rd)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-5-5
detail

BERITA POPULER