HOME » BERITA » MERCEDES-BENZ DIDENDA RP22 TRILIUN AKIBAT SKANDAL UJI EMISI

Mercedes-Benz Didenda Rp22 Triliun Akibat Skandal Uji Emisi

Setelah VW, kini Daimler AG dan Mercedes-Benz yang harus membayar denda triliunan rupiah akibat tuduhan penipuan uji emisi.

Selasa, 15 September 2020 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Mercedes-Benz Didenda Rp22 Triliun Akibat Skandal Uji Emisi
Mercedes-Benz didenda Rp 22 triliun (CBS/Zing)

OTOSIA.COM - Mercedes-Benz dituduh melakukan penipuan atas uji emisi di Amerika Serikat. Akibatnya, Mercedes-Benz didenda dengan nominal yang fantastis.

Dilansir dari Zing, Daimler AG dan anak perusahaannya Mercedes-Benz setuju untuk membayar USD 1,5 miliar atau Rp 22,2 triliun (Kurs USD 1 = Rp 14.818) kepada pemerintah AS dan badan negara bagian California.

Departemen Kehakiman AS, Badan Lingkungan dan kantor Jaksa Agung California mengatakan, Daimler diketahui melanggar undang-undang lingkungan. Mereka menggunakan perangkat lunak agar bisa lolos uji emisi.

1 dari 2 Halaman

Selain membayar uang tersebut, Daimler A juga harus memperbaiki setidaknya 85 persen mobil yang terkena dampak dalam 2 tahun dan setidaknya 85 persen mobil yang terkena dampak dalam waktu 3 tahun.

Produsen mobil asal Jerman itu juga harus memperpanjang masa garansi untuk beberapa suku cadang pada kendaraan yang diperbaiki. Kemudian Daimler AG juga harus melakukan uji emisi gas buang tahunan untuk 5 tahun ke depan.

Dengan menggunakan perangkat lunak tersebut, mereka sudah menjual 250.000 kendaraan bertenaga diesel yang tidak memenuhi standar emisi selama 2009-2016.

2 dari 2 Halaman

Dalam sebuah pernyataan, Daimler AG mengatakan penyelesaian tuduhan emisi bukan berarti mengakui tanggung jawab. Daimler AG tidak merinci apakah akan mendapatkan dakwaan penipuan emisi seperti Volkswagen sebelumnya.

Masalah penipuan emisi seperti ini adalah masalah umum bagi produsen mobil besar. Sebelumnya, Volkswagen didenda USD 2,8 miliar terkait masalah yang sama.

Fiat Chrysler Group juga sedang diselediki atas dugaan masalah yang sama. Sedangkan Daimler AG di Jerman juga sedang diselidiki untuk aktivitas pencemaran.

BERI KOMENTAR