HOME » BERITA » MESIN MOTOR CEPAT PANAS, COBA CEK 4 MASALAH INI

Mesin Motor Cepat Panas, Coba Cek 4 Masalah Ini

Waktu tempuh pun menjadi lebih lama, dan tak jarang membuat mesin jadi cepat panas. Lalu menjadi pertanyaan, kenapa mesin sepeda motor belakagnan cepat panas?

Rabu, 28 Maret 2018 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Foto Ilustrasi by Rumah Motor

OTOSIA.COM - Makin hari, sepeda motor kian menghadapi persoalan yang makin beragam. Apalagi, kini kemacetan jadi hal yang lumrah.

Waktu tempuh pun menjadi lebih lama, dan tak jarang membuat mesin jadi cepat panas. Lalu menjadi pertanyaan, kenapa mesin sepeda motor belakagnan cepat panas?

Isu yang beredar bahwa penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai standarnya bisa berefek pada hal tersebut.

Namun di luar hal yang masih berada di ranah abu-abu itu, ada empat hal lain yang juga bisa menjadi perhatian.

"Mesin cepat panas, setting-an bahan bakarnya mungkin terlalu irit," kata Zahid, Service Education Yamaha.

Logikanya, ini mungkin terjadi pada sepeda motor yang masih menggunakan karburator. Pasalnya, banyak tutorial yang menjabarkan cara membuat sepeda motor jadi irit bahan bakar.

Salah satu caranya adalah dengan memutar sekrup setelan stationer (udara) sedekat mungkin ke arah "brebet" alias sampai mau mati.

Memang, setelan ini bisa membuat irit. Namun penyetelan tersebut cenderung hanya cocok ketika mesin dalam kondisi dingin. Ketika sudah panas, setelan stasioner justru bisa jadi tinggi.

Di luar settingan ini, faktor lainnya bisa jadi adalah telat ganti oli sehingga sudah terlalu kotor dan menghambat kerja mesin. Lalu faktor lainnya adalah memang suhu sedang terlalu panas, dan sistem pendinginan yang sudah kurang terawat.

Soal setelan irit, ia menganjurkan agar pengguna tetap mengacu pada setelan bawaan pabrik. Apalagi jika motor tersebut adalah injeksi yang sudah mengandalkan sensor-sensor.

"Irit kan sudah ada setelannya ya. Tapi ada yang menyetel agar mesin jadi seirit-iritnya, itu malah enggak bagus. Tapi kan kalau motor yang canggih sudah ada sensor-sensor, kebutuhan bahan bakar, dan lain sebagainya, jadi setelan pabriknya sudah presisi," kata dia.

(kpl/why/tys)

BERI KOMENTAR