HOME » BERITA » MESIN PARKIR DI JAKARTA TAK LAGI AKTIF, NETIZEN INI MERASA 'DIPALAK' TUKANG PARKIR

Mesin Parkir di Jakarta Tak Lagi Aktif, Netizen ini Merasa 'Dipalak' Tukang Parkir

Selasa, 16 Januari 2018 12:45 Editor : Fajar Ardiansyah
Mesin Parkir non Aktif (foto: Andre Aryana Haribawa)

OTOSIA.COM - Seharusnya event car free day, atau hari bebas kendaraan di banyak kota bisa dijadikan ajang untuk melepas penat. Jalan-jalan di area yang biasanya terdapat banyak kendaraan, namun bisa dinikmati tanpa ada gangguan dari mesin dan asap mobil dan motor. Tapi netizen yang satu ini malah mengaku mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan.

Adalah Warganet yang bernama Andre Aryana Haribawa yang memposting keluhannya masalah mekanisme parkir yang dirasanya bermasalah pada tanggal 14 Januari 2018 setelah melewati 'Car Free Day' pertamanya pada hari Minggu. Menurutnya, di sekitaran jl. Sabang tak terlihat mesin parkir yang biasa dipergunakannya berfungsi.

Dan dari penulisan Andre, hal tersebut disebabkan karena tidak diperpanjangnya kontrak penyedia layanan mesin parkir PT Mata Biru mitra Pemda DKI operator Parking Meter di 3 wilayah per 7 Desember 2017 yang lalu. Dimana otomatis sejumlah mesin parkir tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Sebagai gantinya, Andre juga menyampaikan bahwa untuk menangani masalah parkir dikerahkan sejumlah tukang parkir yang kemudian tanpa memberikan karcis langsung meminta Rp 10.000 kepada Andre dan istrinya. Dan lantaran tak ada karcis, Andre juga keberatan. Lantas setelah diminta karcis parkir, tukang parkir tersebut langsung memberikan karcis namun hanya berlaku sekali saja sejumlah Rp 5.000.

Menurut penulisan Andre, hal tersebut sangatlah mundur dari apa yang sudah diterapkan sebelumnya. Dimana saat sudah menggunakan mesin parkir otomatis, para pengendara cukup memasukkan jam parkir dan nomor mobil dan menempelkan e-money dimana uang akan langsung masuk ke Pemda. Nah, Otolovers ada yang mengalami hal yang sama?

(kpl/fjr)

BERI KOMENTAR