HOME » BERITA » MESKI CANGGIH, FITUR PEDESTRIAN DETECTION TAK EFISIEN SAAT MALAM HARI

Meski Canggih, Fitur Pedestrian Detection Tak Efisien Saat Malam Hari

Mobil kekinian identik dengan fitur dan teknologi canggih, seperti teknologi deteksi pejalan kaki. Tapi pengujian menyebutkan teknologi tersebut kurang efektif.

Selasa, 08 Oktober 2019 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Meski Canggih, Fitur Pedestrian Detection Tak Efisien Saat Malam Hari
Pengujian fitur deteksi pejalan kaki (Carscoops)

OTOSIA.COM - Mobil-mobil keluaran terbaru saat ini memiliki fitur dan teknologi canggih. Salah satunya sistem pengeraman darurat otomatis dengan teknologi deteksi pejalan kaki.

Fitur itu terdengar bisa sangat membantu mengurangi kecelakaan antara mobil dengan pejalan kaki. Tapi rupanya pengujian yang dilakukan AAA mendapatkan hasil yang cukup mengejutkan.

Fitur pedestrian detection itu disebut masih jauh dari kata sempurna. Melansir Carscoops, pengujian itu dilakukan menggunakan 4 model mid-size sedan. Yakni, Chevrolet Malibu, Honda Accord, Tesla Model 3, dan Toyota Camry. Empat model mobil itu dibekali fitur emergency braking system with pedestrian detection.

1 dari 2 Halaman

Hasil Terbaik Pengujian

Meski Canggih, Fitur Pedestrian Detection Tak Efisien Saat Malam HariHasil Terbaik Pengujian

Pengujian itu menggunakan dummy untuk orang dewasa dan anak-anak yang berjalan di depan kendaraan ayng sedang melaju. Pengujian dirancang sedemikian rupa, dengan beberapa skenario untuk membuktikan seberapa efisien fitur tersebut.

Dalam pengujian, ketika mobil melaju dengan kecepatan 32 kpj, hasilnya baik. Sistem pengereman darurat bisa mencegah 40 persen tabrakan.

Tapi ketika kecepatan ditingkatkan menjadi 48 kpj, sebagian besar sistem gagal menghindari tabrakan. Ketika pengujian anak-anak yang tiba-tiba muncul dari dua mobil yang tengah terparkir, 89 persen tabrakan tak terhindarkan.

2 dari 2 Halaman

75 Persen Pejalan Kaki Tewas

Meski Canggih, Fitur Pedestrian Detection Tak Efisien Saat Malam Hari75 Persen Pejalan Kaki Tewas

Sistem itu disebut benar-benar tidak efektif ketika skenario mobil melaju dari belokan. Semua model mobil yang dipakai menabrak pejalan kaki.

Teknologi ini juga disebut benar-benar tidak efektif ketika malam hari. Menurut AAA, 75 persen kematian pejalan kaki setelah hari gelap.

Meski begitu, pengembangan teknologi sistem deteksi pejalan kaki ini tetap didukung untuk meningkatkan fungsionalitasnya. Data AAA menyebutkan bahwa kematian pejalan kaki meningkat sejak 2010. Sekitar 6.000 pejalan kaki terbunuh setiap tahun di Amerika Serikat.

BERI KOMENTAR