HOME » BERITA » MESKI KENA SANKSI, MOTOGP INDONESIA 2022 DIPASTIKAN TETAP BISA DIGELAR

Meski Kena Sanksi, MotoGP Indonesia 2022 Dipastikan Tetap Bisa Digelar

WADA memastikan MotoGP Indonesia bisa jalan terus meski tersandung sanksi anti tes anti doping

Kamis, 14 Oktober 2021 15:20 Editor : Ahmad Muzaki
Meski Kena Sanksi, MotoGP Indonesia 2022 Dipastikan Tetap Bisa Digelar
Sirkuit Jalan Raya Mandalika (foto dok MGPA)

OTOSIA.COM - Sebelumnya dikabarkan bahwa MotoGP Indonesia yang digelar pada 2022 nanti terancam batal karena sanksi dari Badan Anti Doping Dunia atau WADA. Namun kini WADA memastikan bahwa sanksi ini tak memeranguhi jadwal perhelatan balap motor tersebut.

Itu artinya MotoGP Indonesia tetap bisa jalan terus. Bahkan WADA juga memberi garansi untuk MotoGP Thailand. Seperti diketahui, Thailand juga dinilai tak patuh soal protokol doping sehingga terkena sanksi.

1 dari 3 Halaman

Seperti diketahui, WADA memberi sanksi untuk organisasi anti doping nasional atau NADO di beberapa negara. Indonesia dan Thailand di antaranya yang dinilai tidak patuh dengan aturan anti doping.

Sanksi untuk Indonesia diberikan karena ketidakpatuhan Indonesia dalam menerapkan program tes anti doping. Sedangkan Thailand terjegal masalah legal di WADA.

"Indonesia dan Thailand tak boleh menyelenggarakan event olahraga baru selama disanksi, tapi kalau event itu sudah dijadwalkan bisa jalan terus," ujar juru bicara WADA yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip crash.

2 dari 3 Halaman

Tak Boleh Kibar Bendera

Meski begitu, sanksi WADA tetap berlaku terkait pelarangan mengibarkan bendera di tempat event berlangsung. Ini bakal berlaku selama tak ada perbaikan dari NADO Indonesia.

"Tak bisa dikibarkan di regional, kontinental atau kejuaraan dunia, atau event yang digelar oleh organizer besar seperti Olimpiade dan Paralimpiade," bunyi sanksi dari WADA.

Itu artinya kalau pembalap Indonesia atau Thailand raih podium selama sanksi berlaku, bendera negara tak bisa dikibarkan.

3 dari 3 Halaman

Dibantu

WADA tak mau negara yang disanksi berlarut-larut dalam keterbatasan. Maka itu, mereka bakal membantu negara yang kena sanksi agar memenuhi persyaratan yang ditetapkan WADA.

Sementara itu, Thailand dikabarkan membutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk memecahkan masalah legal mereka. Sedangkan Indonesia butuh waktu lebih lama lagi.

Penulis: Defri Saefullah

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR