HOME » BERITA » MESKI PAKAI KAKI PALSU, BUKAN JADI HALANGAN PEMBALAP SENIOR ALEX ZANARDI

Meski Pakai Kaki Palsu, Bukan jadi Halangan Pembalap Senior Alex Zanardi

Sebuah kisah inspirasional datang dari pembalap senior Alex Zanardi. Di tengah keterbatasan fisik yang dia miliki, pembalap asal Italia tersebut telah memantapkan tekadnya untuk turun di ajang Daytona 24 hours.

Rabu, 09 Januari 2019 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Pembalap senior Alex Zanardi (Autosport)

OTOSIA.COM - Sebuah kisah inspirasional datang dari pembalap senior Alex Zanardi. Di tengah keterbatasan fisik yang dia miliki, pembalap asal Italia tersebut telah memantapkan tekadnya untuk turun di ajang Daytona 24 hours.

Melansir Autosport, dirinya mengakui bahwa dia merasakan tekanan untuk menyamai performa dari rekan setim BMW-nya pada debutnya di balapan tersebut, namun dia tetap optimis mampu menyamai catatan waktu dari rekannya tersebut. Zanardi mengakui bahwa dirinya belum terbiasa dengan BMW M8 ini serta masih perlu menyesuaikan diri dengan sistem pengereman baru yang dioperasikan dengan tangan.

Juara mobil Double CART Champ, Alex Zanardi kehilangan kedua kakinya ketika sedang berlomba di Sirkuit Oval Lausitzring pada tahun 2001. Dirinya mengalami kecelakaan hebat yang mengakibatkan kedua kakinya harus diamputasi. Namun Zanardi terus berusaha untuk bangkit dari peristiwa kecelakaan tersebut.

Pembalap Senior Alex Zanardi (Autosport)

Meskipun harus menggunakan dua kaki palsu, Zanardi dapat membuat sebuah comeback yang luar biasa di ajang World Touring Car Championship di Eropa. Tahun ini dirinya akan kembali turun balapan di Amerika Serikat sejak kecelakaan itu.

Zanardi mengatakan bahwa rekan setimnya di BMW yaitu John Edwards dan Jesse Krohn serta Chaz Mostert adalah pembalap yang hebat dan hal itu membuat tekadnya menjadi bulat untuk balapan bersama mereka.

"Jesse, Chaz dan John adalah pembalap yang sangat berbakat, sangat profesional dan fantastis dan juga sangat membantu, karena berada dalam tim dengan pembalap seperti mereka merupakan nilai tambah yang besar," kata Zanardi.

"Aku akan mencoba yang terbaik tapi sejauh ini berjalan cukup baik. Sebenarnya aku tidak terlalu jauh di belakang," tambah Zanardi.

Saat ini Zanardi harus menggunakan kaki palsu saat balapan, dan mengoperasikan throttle dengan kontrol tangan serta menggunakan rem kaki yang dimodifikasi agar menggunakan tekanan yang berasal dari pinggulnya. BMW juga telah memindahkan ke tuas pengereman yang dioperasikan dengan tangan.

Tuas tersebut juga memiliki tombol yang memungkinkan Zanardi secara bersamaan menurunkan gigi. Sementara untuk akselerasi masih masih dioperasikan oleh cincin yang terletak di sekitar kemudi.

Ketika ditanya terkait berapa banyak perbedaan yang dibuat oleh perangkat pengereman baru ini, Zanardi sangat antusias tetapi mengakui bahwa ia masih berupaya menjadikan pengoperasian tersebut sebagai hal yang wajar.

"Secara fisik itu tidak ada bedanya - ini seperti siang dan malam dibandingkan dengan apa yang saya lakukan sebelumnya," katanya.

Zanardi mampu membuktikan bahwa meskipun memiliki keterbatasan fisik namun bukan menjadi sebuah halangan untuk berprestasi.

(kpl/ikb/tys)

BERI KOMENTAR