HOME » BERITA » MESKI TERKESAN MEWAH, SUNROOF BISA MELEDAK DAN MELUKAI PENUMPANG

Meski Terkesan Mewah, Sunroof Bisa Meledak dan Melukai Penumpang

Rabu, 21 November 2018 18:45 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi Sunroof (Jalopnik)

OTOSIA.COM - Mobil akan terkesan mewah saat memiliki sunroof. Kini fitur ini banyak dipakai oleh mobil-mobil keluaran anyar.

Meski memberi kesan mahal, sunroof juga bisa membahayakan. Sunroof mobil bisa secara tiba-tiba meledak.

Kasus tersebut bukanlah hal baru. Sebab, dikutip dari Motor1, penelitian yang dilakukan oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional atau national Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), pedoman keselamatan untuk sunroof saat ini tidak sesuai dengan perkembangan dan penerapan atap panorama yang lebih besar.

Selain kualitas, ada juga yang menyatakan, kaca sunroof yang lebih lebar menjadi rentan. Namun tak sedikit yang mengatakan, sunroof pecah karena terkena lemparan bebatuan kecil atau proyektil di jalanan.

Berdasarkan dara NHTSA laporan tenang sunroof yang hancur mulai terjadi pada 1995. Saat itu jumlahnya masih sedikit. Namun jumlah laporan melonjak hingga 187 kasus pada 2014.

Dilaporkan, hampir semua merek dari 1995-2017 pernah mengalami pecah sunroof, namun Hyundai dan KIA menjadi paling banyak laporan. Adapun KIA Sorento mendominsai laporan tersebut. Kia Sorento lalu diselidiki oleh NHTSA, karena kaca yang meledak bisa melukai pengemudi dan penumpang.

Baru-baru ini, majalah asal Amerika, Consumer Report, meneliti tentang keberadaan sunroo0f yang meledak. Kasus sunroof yang meledak dengan suara mirip ban meledak itu, terjadi minimal sekali dalam sebulan.

Meski begitu, angka ini memang masih tergolong kecil, dibandingkan dengan meledaknya ban di jalanan. Namun, berdasarkan data yang ada selama 22 tahun ke belakang, setidaknya terdapat 859 laporan sunroof meledak.

Meledaknya sunroof disebabkan standar kualitas dan bahan material yang digunakan tidak sesuai dengan regulasi serta perubahan industri.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR