HOME » BERITA » METROMINI BANYAK MAKAN KORBAN, JUSTRU GO-JEK YANG DILARANG

Metromini Banyak Makan Korban, Justru Go-Jek yang Dilarang

Jum'at, 18 Desember 2015 20:15

Metromini Banyak Makan Korban, Justru Go-Jek yang Dilarang
Go-jek (Foto: Nazar)
Editor : Ahmad Khoirudin

Otosia.com - Pengemudi Go-Jek mulai mengeluhkan pelarangan operasional jasa antar-jemput online ini karena dianggap tidak sesuai dengan undang-undang. Para pengemudi ini lantas membanding-bandingkan layanan ojek online ini dalam segi keamanan.

"Kalau dibandingkan dengan angkutan umum yang ada saat ini, tingkat keamanan (Go-Jek) saya rasa lebih baik," kata Rudiyanto, salah satu pengendara Go-Jek, yang ditemui di Cilandak.

Ia pun tak pelak membandingkan tingkat keamanan Go-Jek dengan angkutan umum lain, yakni metromini yang belakangan kedapatan kerap memakan korban akibat aksi sopir yang ugal-ugalan.

"Contoh metromini, kondisinya sudah tidak layak, apalagi banyak pemberitaan mengenai kecelakaan metromini karena tidak layak," ujarnya.

Setidaknya kecelakaan metromini terjadi dalam waktu yang berdekatan belakangan ini. Kasus terakhir terjadi di Meruya, Kembangan, Jakarta Barat. Ibu dan anak menjadi korban akibat metromini B92 jurusan Grogol-Ciledug yang beradu cepat dengan metromini lain. Sang ibu luka parah, sementara sang anak yang bernama Azam dan berusia 7 tahun dinyatakan meninggal.

Sementara itu, pelarangan ojek online sendiri disampaikan pihak perhubungan darat Kementerian Perhubungan dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015.

Pelarangan didasari pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.

Dalam pemaparannya, pihak perhubungan darat menekankan bahwa angkutan umum minimal harus beroda tiga, berbadan hukum, dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum.

Namun, dalam penelusuran terhadap dua aturan tersebut, keterangan mengenai angkutan umum harus beroda tiga tidak tertera. Hingga saat ini, pihak pengelola Go-Jek sendiri belum bisa dihubungi.

(kpl/why/fid/rd)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-5-5
detail

BERITA POPULER