HOME » BERITA » MILIKI OFFICIAL STORE ONLINE DI TOKOPEDIA, BMW TANGGAPI ISU PERETASAN DATA PENGGUNA

Miliki Official Store Online di Tokopedia, BMW Tanggapi Isu Peretasan Data Pengguna

Lantas bagaimana pandangan BMW Indonesia terhadap isu peretasan data pengguna Tokopedia?

Senin, 04 Mei 2020 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
Miliki Official Store Online di Tokopedia, BMW Tanggapi Isu Peretasan Data Pengguna
BMW Indonesia Rilis Corporate Sales Program. ©2020 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Akhir pekan lalu beredar isu bahwa marketplake Tokopedia diretas atau hacked data penggunannya sebanyak 15 juta.

Melansir Merdeka.com, isu ini bermula dari akun twitter bernama @underthebreach yang mengungkapkan ada 15 juta akun yang telah dibobol sejak Maret 2020.

Isu peretasan data pengguna ini bikin panik se-Indonesia. Pasalnya, Tokopedia merupakan situs belanja online Indonesia nomor satu pada tahun lalu berdasarkan riset CupoNation yang dirilis awal tahun ini.

Dari riset tersebut, Tokopedia menjadi toko online yang miliki total pengunjung mencapai 1,2 miliar. Itu menjadikan marketplace tersebut memiliki jumlah kunjungan terbanyak di Indonesia.

Tak heran, Tokopedia juga banyak menjadi mitra merek-merek resmi untuk membuka official online store-nya di Tokopedia. Diketahui ratusan merek membuka toko online resminya di Tokopedia.

Seperti PT BMW Group Indonesia yang memperkenalkan BMW Official Store di marketplace Tokopedia sambil meluncurkan All New BMW Seri 3 Touring pada medio April lalu.

1 dari 3 Halaman

Lantas bagaimana pandangan BMW Indonesia terhadap isu peretasan data pengguna Tokopedia kemarin?

BMW Group Indonesia tidak ingin melakukan komentar dulu, karena Tokopedia sendiri belum menjelaskan apa yang kena (peretasan).

Jodie Otania, Vice President Corporate Communication BMW Indonesia, enggan berkomentar banyak soal isu peretasan data pengguna Tokopedia.

"Saya kira semua data dikelola oleh Tokopedia. Sebaiknya ditanyakan langsung ke Tokopedia. Pastinya BMW Indonesia ingin yang terbaik bagi pelanggannya," ujar Jodie pada Merdeka.com, Senin (4/5).

2 dari 3 Halaman

Tegaskan Tiada Kebocoran Data Pengguna

Pihak Tokopedia pun menjamin tidak ada kebocoran data pembayaran pengguna. Hal ini disampaikan Vice President Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak dalam keterangan resminya.

"Tokopedia memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran," ujarnya.

Nuraini mengklaim seluruh transaksi yang dilakukan platform Tokopedia tetap menjaga kerahasiaan data pengguna termasuk informasi kartu debit, kartu kredit, dan OVO. Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO, di Tokopedia tetap terjaga keamanannya.

"Berkaitan dengan isu yang beredar, kami menemukan adanya upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia, namun Tokopedia memastikan, informasi penting pengguna, seperti password, tetap berhasil terlindungi," kata Nuraini.

3 dari 3 Halaman

Pihak Tokopedia tetap anjurkan penggunanya untuk mengganti password secara berkala demi keamanan dan kenyamanan. Meski terkait password dan infomasi krusial lainnya tetap aman di balik enkripsi.

"Tokopedia juga menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan OTP yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun, maka kami selalu mengedukasi seluruh pengguna untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapapun dan untuk alasan apapun," tambahnya.

BERI KOMENTAR