HOME » BERITA » MASIH MAHAL, HARGA MOTOR LISTRIK MASIH JADI DILEMA ARMADA OJEK ONLINE

Masih Mahal, Harga Motor Listrik Masih Jadi Dilema Armada Ojek Online

Pemerintah siap membantu Gojek untuk mencari jalan keluar terkait mahalnya harga motor listrik

Kamis, 20 Mei 2021 13:15 Editor : Ahmad Muzaki
Masih Mahal, Harga Motor Listrik Masih Jadi Dilema Armada Ojek Online
Motor listrik Gesits. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

OTOSIA.COM - Ternyata Gojek tertarik untuk menggunakan motor listrik Gesits. Hanya saja, keinginan tersebut masih terkendala soal harga yang relatif masih mahal. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Ini ada permasalahan di harga, itu masalah klasik tapi kita akan cari jalan keluarnya," tutur Menteri Agus di Yogyakarta pada Rabu (19/5).

1 dari 5 Halaman

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah siap membantu Gojek untuk mencari jalan keluarnya. Pemerintah melakukan hal ini sebagai bentuk dukungan untuk transformasi pengemudi Gojek dari motor biasa ke motor listrik.

Persoalan lain yaitu dukungan finansial dari perbankan. Hal ini juga terkait dengan harga motor listrik di Tanah Air.

"Soal perbankan, ya untuk financing dan lainnya. Itu kan karena masih relatif tinggi sekarang harganya, itu yang akan kita coba turunkan," katanya.

2 dari 5 Halaman

Komitmen Gojek menggunakan motor listrik diungkapkan ketika Menteri Agus bertemu dengan co-founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, serta co-founder dan CEO Gojek, Kevin Aluwi, pada Selasa 18 Mei 2021. Dalam pertemuan itu pula diungkapkan ketertarikan Gojek menggunakan motor listrik Gesits.

Namun sejauh ini belum ada kepastian soal jumlah unit motor listrik yang akan dipesan. Mitra pengemudi Gojek pun disebut akan segera mengaspal dengan motor listrik.

3 dari 5 Halaman

Pengemudi GoTo Bakal Gunakan Motor Listrik

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menerima kunjungan Co-founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, dan Co-founder dan CEO Gojek, Kevin Aluwi, pada Selasa 18 Mei 2021. Pertemuan ini dilakukan pasca merger kedua perusahaan menjadi Grup GoTo.

"Pertemuan ini sangat penting pasca merger dua perusahaan digital Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo, grup teknologi terbesar yang pernah ada di Indonesia sekaligus kombinasi terbesar antara dua perusahaan internet dan layanan media di Asia Tenggara," kata Agus dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (19/5).

4 dari 5 Halaman

Dalam pertemuan itu, kata Agus, mereka mendiskusikan berbagai isu terkait dengan pembangunan industri dalam negeri terutama pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Selain itu, juga membahas penjualan PDN (Produk Dalam Negeri) di tengah maraknya barang impor dalam penjualan e-commerce, mendorong IKM/UMKM menjadi bisnis lebih besar, TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan data e-commerce terkait dengan pengembangan IKM/UMKM.

5 dari 5 Halaman

"GoTo menyampaikan komitmen untuk mendukung pengurangan emisi gas karbon melalui penggunaan motor listrik produksi dalam negeri bagi jutaan mitra pengemudinya," tuturnya.

Agus menilai pertemuan ini sangat positif sebagai momentum pengembangan kerja sama Kemenperin dan GoTo. Kerja sama tersebut meliputi ekosistem terpadu guna mempercepat transformasi industri Indonesia menjadi industry 4.0 yang lebih maju, mandiri, modern, berdaya saing kuat dan inklusif.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com, Merdeka.com

BERI KOMENTAR