HOME » BERITA » MISTERI DI BALIK INDAHNYA JEMBATAN PIKET NOL, SERING KECELAKAAN TUNGGAL

Misteri di Balik Indahnya Jembatan Piket Nol, Sering Kecelakaan Tunggal

Jalur piket nol adalah jalan yang terletak di lereng Gunung Semeru dan kerap terjadi kecelakaan tunggal. Konon, penyebabnya adalah penampakan makhluk halus.

Kamis, 29 November 2018 18:15 Editor : Cornelius Candra
Jembatan di jalur Piket Nol (Google Street View)

OTOSIA.COM - Pengendara yang menuju ke arah Malang dari Lumajang atau pun sebaliknya terkadang memilih melewati jalan alternatif di lereng Gunung Semeru karena lebih cepat. Jalur ini lebih akrab disapa jalur 'Piket Nol'.

Julukan itu sebenarnya sudah ada sejak masa penjajahan. Pasalnya, jalur tersebut adalah titik pemeriksaan kendaraan yang mengangkut hasil bumi. Selain itu, karena letaknya di lereng gunung dengan pemandangan yang indah membuat jalur ini menjadi favorit. Di sana juga terdapat banyak gubuk bambu yang telah disediakan untuk menikmati pemandangan.

Namun, di baluk keindahan alam sekitarnya, jalur Piket Nol ternyata sampai saat ini masih diselimuti berbagai kisah misteri. Masyarakat setempat menyebutkan bahwa salah satu ruas jalan angker adalah jembatan lama yang kini tak lagi difungsikan, yaitu jembatan Gladak Perak.

"Kata orang yang serem-serem di jembatan Piket Nol. Karena jembatan itu tempat buang mayat G 30 S sama petrus (penembakan misterius). Dari jembatan dibuang ke jurang, ada juga yang digantung di tiang jembatan," ujar salah satu warga Lumajang, Dedi, ketika dihubungi Merdeka.com.

Salah satu cerita misteri yang kerap terdengar adalah adanya sesosok makhluk halus berwujud manusia yang tiba-tiba menyeberang. Hal itu akhirnya berujung pada kecelakaan para pengendara yang melintas di malam hari.

Karena banyaknya kasus kecelakaan tunggal dengan dugaan penyebabnya adalah makhluk halus, para pengendara yang melintas kerap pada malam hari kerap menunggu di waung sekitar Piket Nol hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Selain itu, jalur Piket Nol memang masih minim penerangan dan terdapat tikungan tajam di kedua ujung jembatan.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR