HOME » BERITA » MITOS ATAU FAKTA, BOBOT KENDARAAN BEREFEK UNTUK KEIRITAN BENSIN MOBIL

Mitos atau Fakta, Bobot Kendaraan Berefek untuk Keiritan Bensin Mobil

Berbagai cara dilakukan untuk membuat mobil menjadi lebih irit bensin. Rupanya, bobot kendaraan juga perlu diperhatikan jika ingin punya mobil yang irit.

Sabtu, 14 Desember 2019 18:45 Editor : Dini Arining Tyas
Mitos atau Fakta, Bobot Kendaraan Berefek untuk Keiritan Bensin Mobil
Isi bahan bakar (Ilustrasi/insuranceotline.com)

OTOSIA.COM - Ada banyak pertimbangan untuk menentukan kendaraan jenis apa yang akan dibeli. Apalagi dengan banyaknya pilihan jenis kendaraan yang memiliki plus dan minus masing-masing.

Selain desain, harga, fitur dan teknologi, serta iming-iming konsumsi BBM menjadi bahan pertimbangan konsumen. Berbicara soal efisiensi BBM, bahkan pemilik mobil biasanya melakukan sejumlah penyesuaian agar mobilnya bisa irit.

1 dari 2 Halaman

Mitos atau Fakta, Bobot Kendaraan Berefek untuk Keiritan Bensin Mobil

Ternyata, efisiensi BBM itu memiliki korelasi dengan berapa bobot kendaraan. Seperti dikutip dari laman Daihatsu Indonesia, pabrikan Jepang ini pernah membuat kendaraan kompak dengan pertimbangan bobot untuk efisiensi BBM.

Itu dilakukan pada tahun 1963, dengan membuat Daihatsu Sport yang memiliki berat 710 kg. Setahun kemudian mereka membuat Daihatsu Campagno Berlina, seberat 740 kg.

Mobil itu merupakan mobil pertama yang diekspor ke Inggris. Konsumsi BBM-nya mencapai 40,58 km per liter.

2 dari 2 Halaman

Mitos atau Fakta, Bobot Kendaraan Berefek untuk Keiritan Bensin Mobil

Lalu, pada tahun 1977, Daihatsu Charade hadir dengan berat 650 kg. Daihatsu Charade memiliki catatan efisiensi BBM yakni 17,57 km per liter.

Dari apa yang dilakukan Daihatsu bertahun-tahun lalu tersebut didapati bahwa Daihatsu Campagno Berlina yang berbobot ringan, terbilang cukup efisien. Prinsip itu yang kemudian dipegang oleh Daihatsu.

BERI KOMENTAR