HOME » BERITA » MITOS ATAU FAKTA, PRIA LEBIH MUDAH LULUS UJIAN SIM KETIMBANG WANITA

Mitos Atau Fakta, Pria Lebih Mudah Lulus Ujian SIM Ketimbang Wanita

Wanita sering dipandang sebelah mata untuk urusan mengemudikan mobil. Bahkan telah menjadi stereotipe bahwa wanita ceroboh dalam hal menyetir. Benarkah?

Jum'at, 09 November 2018 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi mengemudi mobil (Wachter Insurance)

OTOSIA.COM - Wanita sering dipandang sebelah mata untuk urusan mengemudikan mobil. Bahkan telah menjadi stereotipe bahwa wanita ceroboh dalam hal menyetir. Benarkah?

Sebenarnya pandangan tersebut tak sepenuhnya benar. Banyak studi yang justru mengatakan sebaliknya, karena wanita tak lebih banyak melakukan pelanggaran.

Studi lain menjelaskan, pendapat soal pria lebih hebat dalam urusan berkemudi juga dipaparkan oleh Car Parts 4 Less yang disitat dari Autoevolution, Kamis (8/11/2018).

Berdasarkan fakta yang ada, pria tiga kali lebih mungkin lulus dalam tes mengemudi pada percobaan pertama dibandingkan wanita. Dalam survei yang melibatkan 1.500 pengemudi di Inggris, 52 persen pengemudi pria lulus tes praktik pada percobaan pertama. Sementara pengemudi wanita, hanya mencapai 39 persen.

Selain itu, hampir 64 persen pengemudi pria lulus ujian teori saat percobaan pertama, sedangkan wanita hanya 54 persen.

Jika dilihat dari pelatihan pengemudi, pria hanya butuh 16 sampai 20 jam saja untuk bisa mengemudikan mobil dan perempuan butuh hingga 41 jam untuk bisa mengemudikan mobil.

Namun, jika dilihat dari pelaku kecelakaan di Inggris, hasilnya bakal berbanding terbalik. Pengemudi pria empat kali lebih mungkin melanggar hukum dengan satu atau cara lain saat sedang mengemudi.

Dari 585 ribu kasus balapan yang dibawa ke pengadilan di Inggris dan Wales pada 2017, 79 persen adalah laki-laki. Kebanyakan pria bersalah karena mengemudi dengan cepat, dan tanpa pajak atau asuransi.

Kesenjangan yang sama dapat terlihat ketika menyangkut klaim asuransi. Pada 2017, 65 persen klaim asuransi untuk pengendara pria, sebanyak 17 persen insiden di mana penggugat salah. Sementara itu, dari 35 persen klaim asuransi untuk perempuan, hanya 9 persen penggugat yang salah.

Nah, jadi gimana menurutmu Otolovers?

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR