HOME » BERITA » MITOS ATAU FAKTA, SUSPENSI DEPAN UPSIDE-DOWN LEBIH SUSAH DIRAWAT?

Mitos atau Fakta, Suspensi Depan Upside-Down Lebih Susah Dirawat?

Benarkah suspensi depan upside-down butuh perawatan ekstra?

Sabtu, 16 Januari 2021 15:15 Editor : Cornelius Candra
Mitos atau Fakta, Suspensi Depan Upside-Down Lebih Susah Dirawat?
Honda CBR150R terbaru menggunakan suspensi depan upside-down (Otosia.com/ Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Suspensi depan upside-down kini bukan lagi barang yang asing. Beberapa motor entry-level bahkan sudah menggunakan komponen tersebut, seperti Honda CBR150R, Yamaha R15, dan Kawasaki D-Tracker 150.

Tak seperti sistem teleskopik, tabung luar suspensi upside-down berada di atas dan as bagian dalam langsung menumpu ke roda depan motor. Hal ini memunculkan anggapan bahwa perawatan kedua model peredam kejut ini berbeda.

Bahkan, tak sedikit juga yang menyebut bahwa perawatan suspensi depan upside-down lebih susah dibanding suspensi teleskopik. Hal ini pun diluruskan oleh Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM).

1 dari 1 Halaman

"Memang bentuknya berbeda. Tapi perawatannya sama. Cara termudah suspensi upside-down dan teleskopik itu dijaga tetap bersih. Jadi, tidak ada kotoran yang menempel di shockbreaker," terang Endro usai sesi media test-ride Honda CBR150R belum lama ini.

"Kalau dibiarkan, kotoran yang menumpuk ini bisa menggesek as shockbreaker saat bergerak naik turun dan akhirnya lecet. Kalau sudah seperti itu sudah tidak selamat, terpaksa harus diganti. Ketika ada yang bocor, segera lakukan perbaikan," tambahnya.

Artinya, perawatan suspensi upside-down lebih rumit dibanding teleskopik hanyalah mitos belaka. Intinya, peredam kejut bagian depan ini harus dijaga tetap bersih untuk memperpanjang usia pakainya.

BERI KOMENTAR