HOME » BERITA » MOBIL BARU BISA TIBA-TIBA TERBAKAR, BEGINI PENJELASAN RIFAT SUNGKAR

Mobil Baru Bisa Tiba-tiba Terbakar, Begini Penjelasan Rifat Sungkar

Kendaraan terbakar tiba-tiba bisa menimpa mobil apa saja. Mulai kendaraan niaga, supercar hingga mobil baru. Dalam kasus terbakar, mobil mesin depan dan belakang punya karakter berbeda.

Rabu, 15 Desember 2021 16:15 Editor : Nazarudin Ray
Mobil Baru Bisa Tiba-tiba Terbakar, Begini Penjelasan Rifat Sungkar
Ilustrasi mobil terbakar (theday.com)

OTOSIA.COM - Kasus mobil tiba-tiba terbakar kerap terjadi di jalan raya dan menjadi bahan pemberitaan media dan kemudian viral. Mulai dari kendaraan niaga, mobil mewah hingga mobil baru pernah dilalap api di jalan.

Penyebabnya pun macam-macam. Pereli nasional yang juga brand ambassador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar menyebutkan beberapa pemicurnya. Peristiwa kebakaran pada mobil dengan mesin di depan maupun belakang sumber keluarnya api berlainan.

"Untuk yang biasanya terjadi, mesin yang di depan adalah ketika mobil itu pernah satu atau dua kali lewati genangan air," buka Rifat.

1 dari 7 Halaman

Rifat lantas mencontohkan, ECU mobil yang terletak di bawah lantai dan air intake di bawah bumper bisa menjadi sumber awal terjadinya kebakaran. Selain itu saat berjalan banyak komponen menghasilkan panas juga bisa jadi penyebab.

"Kemarin ada kasus, kendaraan baru terbakar karena power steering putus dan minyaknya kena heater. Jadi banyak penyebab terbakarnya mobil," tukas Rifat.

Karena karakternya berbeda, untuk kendaraan bermesin belakang yang terbakar boleh jadi bersumber dari panas knalpot. Pasalnya panas yang dihasilkan dari knalpot dapat membuat kabel-kabel di mesin meleleh dan terbakar.

"Yang terjadi karena sistem kelistrikan tidak bekerja dengan baik. Mesin dekat dengan knalpot panasnya berlebih dan kabel (menerima panas) berlebihan. Jadi beda mobil, beda cerita. Lihat di YouTube, supercar banyak terbakar, itu beda lagi. Knalpot panas dan membakar bumper dan bemper membakar mesin. Jadi banyak penyebabnya," katanya.

 

2 dari 7 Halaman

Modifikasi

Dalam kasus lain Rifat menyarankan pemilik kendaraan untuk tidak sembarangan melakukan modifikasi kelistrikan, misalnya mengganti relay. Komponen ini sangat terkait erat dengan perbedaan arus listrik. Arus listrik yang tidak stabil dapat memicu terjadinya kebakaran.

"Apapun modifikasi yang dilakukan. itu artinya sudah tidak standar lagi. Tapi untuk urusan kecil seperti ganti klakson dan lampu yang lebih terang, audio system, itu sangat membutuhkan relay. Karena relay adalah sebuah alat yang bisa menjadi jembatan adaptasi perbedaan arus listrik yang masuk dan keluar. Relay sangat penting, tidak bisa kita ganti begitu saja," imbuhnya.

Rifat Sungkar dan M. Redwan saat terjun di Sprint Rally 2021 (Karyaku)

 

 

3 dari 7 Halaman

Air laut

Begitu pula dengan mobil yang terkena air laut, misalnya banjir rob dan sebagainya, wajib dicuci. Karena oksidasi air laut dapat menimbulkan masalah ke depan, terutama yang dapat mengganggu sistem kelistrikan.

"Prinsipnya jangan sampai air laut mengering dan membuat kerak. Waktunya cuma 24 jam. Kami sepakat, teman-teman offroad atau yang tinggal di pesisir pantai, ketika sudah kena air laut harus segera cuci dengan air tawar. Karena tingkat oksidasi air laut memang sangat mengganggu, sangat potensial menimbulkan problem ke depan," terangnya.

4 dari 7 Halaman

Kelistrikan mobil

Lebih jauh Rifat menjelaskan, sistem kelistrikan pada mobil bukan cuma urusan lampu dan aki. Menurutnya elektrikal kendaraan ada 4, yakni kelistrikan bagian luar, interior, mesin dan dalam sistem keamanan kendaraan.

Untuk elektrikal bodi terbagi dua tipe kabel yakni body harness dan engine harnessBody harness adalah kabel yang berhubungan dengan kelistrikan, lampu, power steering, dan sound system.

"Untuk engine harness itu berhubungan dengan penggerak yakni engine dan gearbox. Ini adalah sistem kelistrikan yang berhubungan dengan ECU. Otak dari mobil kita," jelas Rifat.

5 dari 7 Halaman

Kedua, elektrikal interior. Meski menjadi bagian dari body harness, namun penempatannya hanya di dalam kendaraan.

"Ini saya mungkin harus menyampaikan lebih detail karena di sistem kelistrikan suka banyak gangguan. Suka banyak yang modifikasi audio, aksesori, charger-nya banyak dan inverter. Sementara kendaraan itu sudah punya teknologi mbust, satu kabel bodi untuk keseluruhan," tambahnya.

Ketiga adalah elektrikal engine atau engine harness. Dia menyarankan untuk tidak memodifikasi bagian ini karena sistem engine harness sangat mempengaruhi performa mobil.

6 dari 7 Halaman

"Misalnya mobil zaman sekarang ditingkatkan power-nya, dipasang uni chip. Saya kurang rekomen, karena dalam pabrikan semua control unit dalam kondisi standar adalah posisi paling optimial. Optimal dari power dan konsumsi bahan bakar," sarannya.

Keempat, elektrikal sistem keamanan. Hal ini masih terkait dengan elektrikal engine. Sebab sistem elektrikal untuk kenyamanan dan keamanan terintegrasi dengan engine harness.

"Keamanan yang ada di sini juga ada dua, pasif dan aktif. Untuk keamanan aktif di mobil itu sudah meliputi HSA, ESC, dan Cruise Control. Semua berhubungan dengan kenyamanan dan keamanan," paparnya.

"Hujan sudah tidak karu-karuan, sistem kelistrikan ini paling ringkih. Tolong untuk hal ini perlu aware, karena gangguan elektrikal adalah gangguan dalam. Di luar terlihat baik tapi di dalamnya ternyata rusak," pungkasnya.

 

 

7 dari 7 Halaman

BERI KOMENTAR