HOME » BERITA » MOBIL BARU DILENGKAPI APAR, MANA YANG COCOK DAN EFEKTIF CEGAH KEBAKARAN?

Mobil Baru Dilengkapi APAR, Mana yang Cocok dan Efektif Cegah Kebakaran?

Sebagai pemadam api ringan di mobil, APAR memiliki 4 jenis bahan dalam memadamkan api dari sumber material yang menjadi penyebab kebakaran..

Selasa, 19 Januari 2021 08:15 Editor : Nazarudin Ray
Mobil Baru Dilengkapi APAR, Mana yang Cocok dan Efektif Cegah Kebakaran?
Ilustrasi APAR di Toyota Fortuner 2015 (kap.industries)

OTOSIA.COM - Mulai Januari tahun 2021 ini pemerintah mewajibkan produsen mobil untuk melengkapi produk barunya dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau fire extinguisher. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor: KP.972/AJ.502/DRJD/2020.

Pasal 2 Ayat 2 dalam aturan tersebut menyebutkan, "Kendaraan bermotor untuk kategori M1, N1, N2, N3, O1, 02, 03, dan 04 untuk mobil penumpang, mobil barang landasan mobil penumpang, dan landasan mobil barang wajib dilengkapi fasilitas tanggap darurat berupa alat pemadam api ringan."

Belum diketahui jenis APAR yang menjadi pelengkap mobil-mobil baru. Lantaran sebagai alat pengendali kebakaran kecil, fungsinya lebih untuk memadamkan, sekaligus mencegah api membesar. Jika api sudah merembet ke sebagian besar bagian kendaraan, maka akan sulit dipadamkan.

1 dari 5 Halaman

Seperti dijelaskan Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), APAR pada mobil lebih sebagai langkah awal pencegahan yang cepat untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang lebih luas.

Jika skalanya besar, maka dibutuhkan alat mematikan api yang lebih efektif, baik kualitas dan kuantitas pemadaman maupun jenis alat yang digunakan.

"APAR itu juga ada tingkatannya, jadi tergantung skala kebakarannya," ujarnya menjawab pertanyaan seberapa efektif APAR ketika terjadi ledakan yang menimbulkan api pesar pada mobil.

 

2 dari 5 Halaman

Supriyadi menyarankan, untuk menghindari mobil terbakar sebaiknya tidak melakukan modifikasi khususnya kelistrikan dan melakukakan perawatan berkala.

Kabel kendaraan yang kondisinya tidak baik dapat, seperti dipotong atau disuntik dapat memicu terjadinya kebakaran, termasuk mengganti bohlam yang tidak direkomendasikan pabrik.

 

3 dari 5 Halaman

Jenis-jenis APAR

 

Saat ini terdapat beberapa jenis APAR dan kegunaan memadamkan jenis sumber api. Berdsarkan informasi di situs damkar.bandaacehkota.go.id, terdapat 4 jenis APAR.

Pertama APAR Air/Water dengan tekanan tinggi. APAR jenis ini cocok untuk memadamkan api yang ditimbulkan dari bahan-bahan padat non-logam seperti kertas, kain, karet, plastik dan lain sebagainya. Namun berbahaya jika dipergunakan pada kebakaran akibat instalasi listrik yang bertegangan.

Kedua APAR Busa/Foam. APAR jenis ini memakai bahan kimia yang membentuk busa. Busa Aqueous Film Forming Foam (AFFF) yang disembur keluar akan menutupi bahan yang terbakar sehingga oksigen tidak dapat masuk untuk proses kebakaran.

 

4 dari 5 Halaman

APAR Busa selain punya fungsi yang sama dengan APAR AIR, namun jenis ini digunakan untuk memadamkan kebakaran yang sebabkan bahan-bahan cair seperti minyak, alkohol, solvent, dan sebagainya.

Ketiga, APAR Serbuk Kimia atau Dry Chemical Powder. Alat pemadam ini terdiri dari serbuk kering kimia yang merupakan kombinasi dari mono-amonium danammonium sulphate. Serbuk kering Kimia yang dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar sehingga memisahkan oksigen yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran.

APAR Jenis Dry Chemical Powder efektif dan bisa digunakan di hampir semua kelas penyebab/bahan yang terbakar. Namun APAR jenis ini tidak dianjurkan dipakai dalam industri karena akan mengotori dan merusak peralatan produksi di sekitarnya.

 

5 dari 5 Halaman

Karena itu APAR Dry Chemical Powder umumnya digunakan pada mobil.

Keempat adalah APAR Karbon Dioksida/Carbon Dioxide (CO2). Alat pemadam ini menggunakan bahan karbon dioksida sebagai bahan pemadamnya. APAR Karbon Dioksida diperuntukan untuk kebakaran bahan cair yang mudah terbakar maupun instalasi listrik yang bertegangan.

 

BERI KOMENTAR