HOME » BERITA » MOBIL CINA DAN KORSEL INVESTASI DI INDONESIA, APA KABAR JEPANG?

Mobil Cina dan Korsel Investasi di Indonesia, Apa Kabar Jepang?

Pasar otomotif Indonesia memang seksi, berkali jadi incaran para pabrikan mobil luar negeri. Seperti Hyundai dan BYD yang dikabarkan akan memiliki pabrik perakitan di Indonesia.

Rabu, 31 Juli 2019 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Mobil Cina dan Korsel Investasi di Indonesia, Apa Kabar Jepang?
Hyundai dan BYD akan buka pabrik di Indonesia (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Pabrikan otomotif Korea Sealatan dan Cina, Hyundai dan BYD dikabarkan siap membangun pabrik perakitan di Indonesia. Rencana itu tampaknya memiliki peluang besar untuk terwujud.

Pembahasan pun sudah dengan Presiden RI Joko Widodo langsung. Kala itu perwakilan Hyundai disebut telah bertemu orang nomor satu di Indonesia tersebut.

"Yang sudah jelas Hyundai pasti akan berinvestasi dalam jumlah besar, dan mereka akan bangun pabrik di sini. Telah disampaikan juga oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Oktober nanti pak presiden akan ke Korea Selatan membahas itu, dan menandatangani sesuatu," kata Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Johannes Nangoi, di sela-sela penutupan GIIAS 2019, dikutip dari Liputan6.com.

1 dari 1 Halaman

Penuhi Pasar Ekspor

Mobil Cina dan Korsel Investasi di Indonesia, Apa Kabar Jepang?Penuhi Pasar Ekspor

Sementara itu, terkait rencana investasi yang bakal dilakukan pabrikan mobil listrik asal Cina, BYD, Nangoi belum bisa berbicara lebih detail. Pasalnya, proses terkait hal tersebut masih dalam proses lebih lanjut, dan masih dibicarakan lebih lanjut.

"Mobil dari Cina sangat berpotensi, karena mereka mengejar opportunity di Indonesia. Apalagi, Indonesia dekat dengan Australia, dengan pasar 1,2 juta dan tidak memiliki pabrik, maka ekspor dari Indonesia akan sangat menguntungkan," tegasnya.

Lebih lanjut, Nangoi belum memberikan informasi lebih rinci. Seperti apakah BYD hnaya akan membuat mobil atau hanya fokus pada komponen baterai mobil.

"BYD mau seperti apa, saya belum tahu. Tapi intinya, mereka mengincar Indonesia sebagai basis produksi," tandasnya.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR