HOME » BERITA » MOBIL DESA AMMDES NANTINYA PUNYA VERSI ASPAL DAN LEBIH KENCANG

Mobil Desa AMMdes Nantinya Punya Versi Aspal dan Lebih Kencang

AMMdes akan dikembangkan lagi, sehingga mempunyai tenaga yang lebih besar

Selasa, 13 Agustus 2019 19:15 Editor : Ahmad Muzaki
Mobil Desa AMMdes Nantinya Punya Versi Aspal dan Lebih Kencang
AMMDes (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Mobil desa AMMdes atau singkatan dari angkutan multiguna masyarakat pedesaan saat ini sudah beberapa kali digunakan sesuai wujudnya sebagai kendaraan medan sulit atau off-road.

Terkait itu pula, kecepatannya masih terbatas sehingga karenanya tidak disertai STNK melainkan surat khusus.

"Sekarang memang fokusnya untuk daerah pedesaan yang infrastrukturnya minimalis sehingga lebih ke off-road. Nantinya akan dikembangkan lagi," kata Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin.

1 dari 2 Halaman

Pengembangan AMMdes

Mobil Desa AMMdes Nantinya Punya Versi Aspal dan Lebih KencangPengembangan AMMdes

Pengembangan tersebut antara lain difokuskan dengan penambahan kecepatan laju AMMdes.

"Kan yang ini kecepatannya maksimal 40 km/jam, nanti dikembangkan lagi termasuk yang untuk aspal," kata dia.

Secara umum, AMMdes baru akan dijual secara bebas. Menurut rencana, jumlah yang akan digelontorkan sebanyak 10.000 unit tapi saat ini statusnya sedang menunggu e-catalog.

Untuk yang versi tanpa STNK tersebut akan dipasarkan di harga Rp70.000.000 off the road. Lebih jauh, akan ada pula rencana memperuntukkan AMMdes sebagai CSR.

2 dari 2 Halaman

Di Ekspor ke Timor Leste

Mobil Desa AMMdes Nantinya Punya Versi Aspal dan Lebih KencangDi Ekspor ke Timor Leste

Sebelumnya AMMDes versi ambulance feeder mulai beroperasi di Kabupaten Lebak, yang dijuluki Jamilah. Keberadaan Jamilah yang berarti Jemput Ibu Hamil Bermasalah itu diharapkan bisa membantu mengurangi angka kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi di Kabupaten Lebak.

"Menurut data USAID, banyak ibu hamil di area terpencil meninggal justru karena terlambat sampai ke puskesmas atau bidan," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Harjanto.

Sebelumnya, AMMDes juga pernah menjadi kendaraan operasional saat bencana Palu beberapa waktu lalu. Rupanya, AMMDes ini juga sudah ada banderol harganya.

"Rencananya 10.000 unit, tapi sedang menunggu e-catalog," tambahnya.

Rencana menarik selanjutnya adalah, AMMDes bakal diekspor ke negara-negara lain, seperti Timor Leste.

"Kita ada rencana ekspor, sudah ada penjajakan ke situ," terangnya.

BERI KOMENTAR