HOME » BERITA » MOBIL DI BAWAH RP 250 JUTA DIUSULKAN TIDAK TERKENA PPNBM

Mobil di Bawah Rp 250 Juta Diusulkan Tidak Terkena PPnBM

Kementerian Perindustrian RI mengusulkan mobil dengan harga di bawah Rp 250 juta dengan kandungan lokal 80% tidak dikenai PPnBM mulai tahun 2022.

Kamis, 06 Januari 2022 18:15 Editor : Nazarudin Ray
Mobil di Bawah Rp 250 Juta Diusulkan Tidak Terkena PPnBM
Ilustrasi pameran IIMS (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) yang berlangsung mulai Maret hingga Desember 2021 mampu mendongkrak penjualan mobil nasional.

Sepanjang Maret-November 2021, penjualan mobil yang terdampak program stimulus PPnBM DTP mencapai 428.947 unit, atau meningkat 126,6% dari periode yang sama di tahun lalu sebanyak 189.364 unit.

1 dari 4 Halaman

Hal tersebut berdampak bagi industri alat angkut pada triwulan II dan III tahun 2021 dengan pertumbuhan di masing-masing periode tersebut sebesar 45,2% (yoy) dan 27,8% (yoy).

"Selain itu, 319 perusahaan industri komponen tier 1, serta industri komponen tier 2 dan 3 yang sebagian besar merupakan industri kecil dan menengah (IKM) bisa terlibat dalam proses manufaktur dengan adanya kebijakan diskon PPnBM tersebut," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (5/1).

2 dari 4 Halaman

Menurut Agus mobil dengan kapasitas di bawah 1.500 cc dengan harga penjualan yang berada di kisaran Rp 250 juta menguasai segmen pasar sekitar 60%.

"Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan dengan jenis tersebut mendominasi pasar mobil di dalam negeri, dan sesuai dengan daya beli masyarakat. Sehingga, kami berpendapat bahwa mobil dengan harga di bawah Rp 250 juta bukan lagi merupakan barang mewah, namun telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat," tukas Menperin.

Atas pertimbangan tersebug Kemenperin mengusulkan agar mobil dengan harga penjualan di bawah Rp 250 juta dan local purchase minimal sebesar 80% tidak dikenai PPnBM mulai tahun 2022.

3 dari 4 Halaman

Industri komponen

Agus menambahkan, stimulus tersebut dapat menjaga kelangsungan industri otomotif di tahun 2022 dan selanjutnya. Pasalnya, kebijakan stimulus PPnBM DTP terbukti mampu menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif di Tanah Air, sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri kompenen otomotif.

"Tingkat kandungan lokal yang tinggi juga menunjukkan bahwa produksi mobil tersebut juga mendukung pertumbuhan industri komponen di dalam negeri," ujar Agus.

4 dari 4 Halaman

Saat ini terdapat sekitar 550 perusahaan industri komponen Tier 1 dan 1.000 perusahaan industri komponen Tier 2 dan 3, yang sebagian besar adalah IKM.

"Selain itu, dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi, industri mobil di tanah air makin berpeluang menjadi basis ekspor kendaraan, terutama untuk negara-negara berkembang," tutupnya.

BERI KOMENTAR