HOME » BERITA » APAKAH MOBIL DIBAKAR PELAKU KEJAHATAN AKAN DITANGGUNG ASURANSI?

Apakah Mobil Dibakar Pelaku Kejahatan Akan Ditanggung Asuransi?

Mobil yang terbakar akibat kejahatan belum tentu dapat dicover asuransi. Proses penggantian tergantung investigasi pihak asuransi.

Selasa, 30 Juni 2020 20:15 Editor : Nazarudin Ray
Apakah Mobil Dibakar Pelaku Kejahatan Akan Ditanggung Asuransi?
Ilustrasi mobil terbakar (fotnews.com)

OTOSIA.COM - Mengasuransikan kendaran tidak berarti pemilik mobil terbebas dari tanggungan kerugian. Artinya pemegang polis perlu mengetahui bahwa tidak semua risiko atau kerusakan yang terjadi pada mobil dapat ditanggung sepenuhnya oleh pihak asuransi Anda.

Akhir-akhir ini media marak memberitakan insiden mobil terbakar karena tindak kejahatan. Nah, yang kemudian jadi pertanyaan, apakah mobil terbakar akibat perbuatan kriminal mendapatkan penggantian dari pihak asuransi?

L. Iwan Pranoto selaku SVP Communication, Event, and Service Management Asuransi Astra menjelaskan, pada dasarnya risiko kendaraan yang terbakar bisa ditanggung pihak asuransi. Jika penyebab terbakar itu karena perbuatan jahat, maka akan ditanggung pihak asuransi.

1 dari 4 Halaman

Lalu Iwan menyebutkan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 1 ayat 1.2 mengenai perbuatan jahat. Dalam ketentuan polis, perbuatan jahat merupakan tindakan seseorang atau kelompok orang yang berjumlah kurang dari 12 (dua belas) orang yang dengan sengaja merusak harta benda orang lain karena dendam, dengki, amarah, atau vandalistis.

"Tapi kalau penyebabnya termasuk dalam huru-hara atau terorisme, maka itu di luar ketentuan polis dan tidak diganti asuransi. Jadi, dalam proses penggantian atau klaim itu pihak asuransi tidak serta merta memberikan tanggung jawab sebelum mengetahui penyebab," jelasnya.

Meski mobil terbakar karena tindak kejahatan ditanggung asuransi, namun pihak asuransi akan lebih dulu melakukan investigasi atas penyebab bagaimana mobil tersebut bisa terbakar.

 

2 dari 4 Halaman

Jika penyebab terbakarnya mobil tersebut dikarenakan tindak kejahatan yang lakukan oleh suami atau istri, anak, orang tua atau saudara terkandung tertanggung; orang yang bekerja pada Tertanggung, orang yang sepengetahuan atau seizin Tertanggung; orang yang tinggal bersama Tertanggung; pengurus, pemegang saham, komisaris atau pegawai, jika Tertanggung merupakan badan hukum; orang yang berada di bawah pengawasan Tertanggung.

Apabila tindak kejahatan terbukti dilakukan oleh salah satu oknum yang disebutkan di atas, tentunya pihak asuransi juga tidak dapat membantu.

Terkait hal ini juga sudah tertuang pada Bab II Pasal 3 ayat 1.3 dan ayat 4.1 mengenai adanya beberapa pengecualian penggantian pada mobil terbakar yang tak bisa ditanggung oleh pihak asuransi seperti Bab II Pasal 3 ayat 4.1 yang berbunyi: ?Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan/atau biaya atas Kendaraan Bermotor dan/atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika: disebabkan oleh tindakan sengaja Tertanggung dan/atau pengemudi dan/atau orang yang bekerja pada dan/atau orang suruhan Tertanggung;?

 

3 dari 4 Halaman

Kemudian pada bab II Pasal 3 ayat 1.3 dan ayat 4.1 ini dapat diartikan pihak asuransi tidak akan mengganti kerusakan mobil terbakar akibat tindak kejahatan yang dimana pelakunya adalah orang-orang yang sudah disebutkan pada Bab II Pasal 3 ayat 1.3 dan ayat 4.1 tersebut ataupun ditemukannya suku cadang atau part yang sudah tidak sesuai standar atau hasil modifikasi dari pemilik mobil tanpa adanya laporan ke pihak asuransi sebelumnya seusai diinvestigasi oleh pihak asuransi.

"Maka bisa dipastikan pemilik kendaraan yang terbakar ini tidak bisa mendapatkan penggantian dari asuransi," tukas Iwan.

 

4 dari 4 Halaman

Karena itu Iwan berharap pemegang polis mengecek kembali polis yang dipegang, dan pastikan jenis perlindungan dan perluasan perlindungan yang diambil sudah sesuai dengan kebutuhan.

Pengecualian untuk kasus tersebut adalah dengan melakukan perluasan jaminan, yaitu layanan perlindungan tambahan di luar ketentuan polis asuransi umum. Proteksi ini menjamin penggantian risiko kendaraan yang disebabkan beberapa penyebab, antara lain bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tsunami, hingga kerusakan akibat kerusuhan, huru-hara, terorisme, sabotase, dan lainnya.

 

BERI KOMENTAR