HOME » BERITA » MOBIL SITAAN PERKARA SUAP MANTAN BUPATI LABUHANBATU UTARA DILELANG KPK

Mobil Sitaan Perkara Suap Mantan Bupati Labuhanbatu Utara Dilelang KPK

Mobil tersebut dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan

Rabu, 30 Juni 2021 21:15 Editor : Ahmad Muzaki
Mobil Sitaan Perkara Suap Mantan Bupati Labuhanbatu Utara Dilelang KPK
Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

OTOSIA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang satu unit mobil dari kasus suap mantan Bupati Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Khairuddin Syah Sitorus. Mobil tersebut dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan pada Selasa (6/7/2021).

"KPK bekerja sama dan melalui KPKNL Medan akan melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan Nomor: 5/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Mdn tanggal 8 April 2021 atas nama terpidana Khairuddin Syah alias Haji Buyung," kata Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan, Ipi Maryati Kuding, dalam keterangannya di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (30/6).

1 dari 5 Halaman

Adapun objek yang akan dilelang yakni satu unit mobil Suzuki Type GC415-APV DLX tahun 2017, warna abu-abu metalik, nomor registrasi BK 1147 IN, nomor rangka MHYGDN42VHJ413478, nomor mesin G15AlD408712. Mobil tersebut atas nama Erni Ariyanti beserta satu kunci kendaraan, dan dilengkapi dengan STNK dan BPKB.

"Dengan harga limit yang ditawarkan Rp58.325.000 dan uang jaminan Rp15.000.000," ucap Ipi.

2 dari 5 Halaman

Ada pun waktu pelaksanaan lelang, katanya, pada Selasa (6/7) dengan cara penawaran menggunakan metode "closed bidding" dengan mengakses https://www.lelang.go.id.

"Batas akhir penawaran pukul 11.00 waktu server aplikasi lelang sesuai WIB, penetapan pemenang lelang adalah setelah batas akhir penawaran, dan tempat lelang di KPKNL Medan Gedung Keuangan Negara Medan Unit Il Kota Medan," kata Ipi.

3 dari 5 Halaman

Sebelumnya pada Kamis (8/4), Khairuddin telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan selama 1 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan dalam perkara suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.

Khairuddin terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) hurup a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

4 dari 5 Halaman

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta agar Khairuddin divonis selama 2 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan.

Khairuddin memberi total 290 ribu dolar Singapura dan Rp400 juta melalui Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Pemkab Labuhanbatu Utara Agusman Sinaga. Pemberian uang suap itu untuk mantan Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Yaya Purnomo.

5 dari 5 Halaman

Selain itu, Kharuddin melalui Agusman juga mentransfer uang sebesar Rp100 juta ke rekening bank atas nama Puji Suhartono (Wabendum PPP periode 2016-2019).

Rupanya uang tersebut berkaitan dengan pengurusan DAK pada APBN 2018 Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Penulis: Lia Harahap

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR