HOME » BERITA » MOBIL TANPA SOPIR DIANGGAP SEBAGAI ANCAMAN SERIUS KESELAMATAN JALAN

Mobil Tanpa Sopir Dianggap sebagai Ancaman Serius Keselamatan Jalan

Berdasarkan studi terbaru, mobil tanpa sopir dianggap membahayakan

Sabtu, 27 Maret 2021 08:15 Editor : Ahmad Muzaki
Mobil Tanpa Sopir Dianggap sebagai Ancaman Serius Keselamatan Jalan
Ilustrasi self-driving (Visordown)

OTOSIA.COM - Mobil tanpa sopir atau self-driving menjadi teknologi yang cukup populer sekarang. Karena berbagai pabrikan mobil ramai-ramai mengembangkan teknologi canggih ini. Namun self-driving sendiri nyatanya belum disambut baik oleh pengguna jalan.

Melansir Visordown, sebuah studi yang dilakukan oleh badan amal keselamatan jalan terbesar di Inggris, IAM RoadSmart menemukan bahwa sebagian besar pengguna jalan menganggap bahwa mobil tanpa sopir merupakan ancaman keselamatan.

1 dari 3 Halaman

Sebanyak 60 persen pengguna jalan merasa yakin atas hal itu. Sehingga mereka menganggap bahwa teknologi ini benar-benar ancaman serius keselamatan jalan. Bahkan, pengguna jalan wanita (66 persen) dan orang berusia di atas 70 tahun memiliki kekhawatiran yang lebih tinggi lagi.

Pendukung self-driving pun beranggapan bahwa teknologi ini dapat meningkatkan keselamatan di jalan raya. Terlebih lagi, selama ini kesalahan manusia lah yang menjadi penyebab utama kecelakaan. Oleh karena itu, mereka beranggapan bahwa memanfaatkan kontrol komputer menjadi solusinya.

2 dari 3 Halaman

Direktur Kebijakan dan Riset IAM RoadSmart, Neil Greig berpendapat bahwa pengemudi tak boleh terlalu bergantung pada teknologi ini. Jika terlalu bergantung pada self-driving, tentu dapat berdampak negatif.

"Teknologi kendaraan otonom dan otomatis menjadi bagian integral dari otomotif sehari-hari dan meskipun memiliki kapasitas untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya, kemampuannya harus dipahami sepenuhnya untuk memastikan kita terlalu mengandalkan mereka," kata Neil Greig.

"Ketergantungan yang berlebihan pada sistem ini, dan kurangnya pelatihan tentang cara menggunakannya, dapat berdampak negatif, dengan hasil yang berpotensi mengkhawatirkan baik bagi pengendara maupun pejalan kaki," jelasnya lagi.

3 dari 3 Halaman

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pengemudi memahami betul teknologi self-driving. Lebih baik lagi jika disertakan saat tes mengemudi.

"Karena semakin banyak sistem kendaraan yang menjalankan tugas yang biasa dilakukan pengemudi, IAM RoadSmart menyerukan pemahaman tentang fitur otomatis untuk disertakan dalam tes mengemudi di Inggris," tambahnya.

BERI KOMENTAR