HOME » BERITA » MOBIL TIDAK DIPAKAI SELAMA PSBB, JAUHI PARKIR DI TEMPAT INI AGAR TIDAK DIGIGIT TIKUS

Mobil Tidak Dipakai Selama PSBB, Jauhi Parkir di Tempat ini Agar Tidak Digigit Tikus

Mobil jarang dipakai saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), perhatikan tempat memarkir mobil agar beberapa komponen tak menjadi sasaran tikus.

Jum'at, 24 April 2020 12:15 Editor : Nazarudin Ray
Mobil Tidak Dipakai Selama PSBB, Jauhi Parkir di Tempat ini Agar Tidak Digigit Tikus
Ilustrasi tikus menyukai tempat yang kotor (boston.com)

OTOSIA.COM - Untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) pemerintah telah mengimbau untuk berkerja di rumah atau work from home. Imbuan ini kemudian diperkuat dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Seiring dengan sudah resmi diberlakukannya regulasi PSBB di sejumlah wilayah di Indonesia, membuat mobilitas masyarakat menurun. Kondisi ini tentunya akan membuat mobil kesayangan menjadi jarang digunakan. Imbasnya jarak tempuh mobil juga cenderung lebih kecil dibandingkan mobil yang selalu digunakan.

Namun ketika mobil jarang digunakan, parkirlah di tempat yang tidak mengundang hewan terutama binatang pengerat untuk bersarang. Jika di rumah tidak memiliki lahan parkir, carilah lokasi yang memiliki lingkungan bersih.

1 dari 2 Halaman

Menurut Wahyu Hari Pamuji, mekanik senior salah satu bengkel di Pondok Cabe, Jakarta, hindari parkir terlalu lama di pinggiran saluran air atau got dan tempat sampah. Sebab area ini menjadi lokasi favorit tikus.

"Hampir 95 persen kasus mobil digigit dan disarangin tikus yang saya tangani itu parkirnya di dekat tempat sampah, dan di pinggir got yang kotor. Kadang yang sehari parkir sudah digigit, apalagi yang berhari-hari. Saya pernah nemui kasus mobil ada anak-anak tikus. Jadi hindari tempat-tempat itu," jelasnya.

Dia menambahkan, tikus senang dengan tempat hangat, yang biasanya terdapat pada bagian-bagian mobil. Tempat itu biasanya di bagian mesin, transmisi, antara shockbreaker, antara dudukan support, dan saringan udara. Tempat lainnya adalah di bagian tangki bensin.

 

2 dari 2 Halaman

Saat menangani mobil pelanggan di bengkel, Wahyu klerap menemukan kejadian digigit tikus di bagian-bagian itu. Contoh kasus yang ia temui adalah Avanza-Xenia sering sekali kabel mundur digigit.

"Biasanya ada tempat yang buat nangkring, buat bersarang dan kebetulan ada kabel di sana yang jadi penghalang, dan dia tahu kabel itu lunak. Digigitlah," jelasnya. Indikasi dari kerusakan karena gigitan tikus antara lain adalah sekring yang kerap kali putus.

"Kalau dia putus, lalu kita ganti tetap putus, jangan pernah menaikkan nilai sekring (ampere, jangan ganti sekirng ampere lebih besar). Yang bahaya jika masuk area kabel harnes," kata dia.

Untuk menghindari tikus bersarang di mobil Wahyu menyarankan pemilik mobil bisa menempatkan kapur barus di tempat-tempat tersebut. Saran lainnya adalah menempatkan buah matoa.

BERI KOMENTAR