HOME » BERITA » MODIFIKASI MOBIL TANPA LAPOR ASURANSI, KLAIM BISA DITOLAK

Modifikasi Mobil Tanpa Lapor Asuransi, Klaim Bisa Ditolak

Jika ingin memodikasi mobil wajib melapor pada pihak asuransi. Klaim akan ditolak apabila modifikasi tanpa konsultasi dengan pihak asuransi

Rabu, 10 Juni 2020 17:15 Editor : Nazarudin Ray
Modifikasi Mobil Tanpa Lapor Asuransi, Klaim Bisa Ditolak
Ilustrasi mobil modifikasi (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Memasuki masa transisi new normal mungkin sebagian pemilik mobil sudah tidak sabar mendandani besutannya agar tampil lebih segar. Membuat mobil menjadi lebih keren, tidak sedikit mereka yang memilih melakukan modifikasi dan menambahkan aksesoris pemanis.

Namun yang perlu diingat adalah kaitannya dengan pihak asuransi. Perlu dipahami, pemilik mobil yang telah melengkapi kendaraannya dengan perlindungan asuransi, penambahan aksesori sekecil apapun pada mobil harus dikonsultasikan dulu dengan pihak asuransi karena tidak boleh dilakukan dengan sembarangan.

Pasalnya jika mobil tersebut mengalami kerusakan akibat modifikasi yang belum dikonsultasikan dengan pihak asuransi, tidak menutup kemungkinan klaim akan ditolak.

Mengapa harus lapor ke pihak asuransi terlebih dahulu? Menurut Asuransi Astra, hal ini dilakukan agar pihak asuransi mengetahui lebih awal apakah penambahan aksesori pada mobil dapat meningkatkan profil risiko atau tidak. Meski hanya melakukan modifikasi ringan, seperti memasang kaca film, pemilik kendaraan tetap melakukan pemberitahuan ke pihak asuransi.

Jika sudah melakukan konsultasi, maka tidak ada masalah klaim asuransi karena modifikasi yang dilakukan telah sesuai dengan semua data yang tercatat oleh pihak asuransi.

1 dari 1 Halaman

Hal ini merujuk pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Pasal 8 tentang Perubahan Risiko ayat satu (1) dan dua (2), pemilik harus memberitahukan kepada Penanggung (pihak ke-3 atau asuransi) setiap keadaan yang memperbesar risiko yang dijamin. Dalam hal ini adalah modifikasi. Berikut bunyi pasal tersebut:

1. Tertanggung wajib memberitahukan kepada Penanggung setiap keadaan yang memperbesar risiko yang dijamin Polis, selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender apabila terjadi perubahan pada bagian dan atau penggunaan Kendaraan Bermotor.

2. Sehubungan dengan perubahan risiko pada ayat (1) di atas, Penanggung berhak:

2.1. menetapkan pertanggungan ini diteruskan dengan suku premi yang sudah ada atau dengan suku premi yang lebih tinggi, atau

2.2. menghentikan pertanggungan dengan pengembalian premi sebagaimana diatur pada Pasal 27 ayat (2).

Karena itu, sangat penting untuk melapor ke pihak asuransi sebelum melakukan modifikasi.

Jangan lupa untuk mengonsultasikan setiap perubahan kecil pada mobil ke pihak asuransi agar ketika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, proses klaim kerusakan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

BERI KOMENTAR