HOME » BERITA » MOGE HARLEY DAN SEPEDA BROMPTON SELUNDUPAN MANTAN BOS GARUDA TAK KUNJUNG DILELANG

Moge Harley dan Sepeda Brompton Selundupan Mantan Bos Garuda Tak Kunjung Dilelang

Moge Harley dan sepeda Brompton yang diselundupkan oleh mantan Direktur Utama Garuda Indonesia kini masih belum dilelang. Hal itu disebut lantaran belum ada permintaan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Sabtu, 13 Juni 2020 08:45 Editor : Dini Arining Tyas
Moge Harley dan Sepeda Brompton Selundupan Mantan Bos Garuda Tak Kunjung Dilelang
Barang yang diselundupkan mantan bos Garuda (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Pada kasus mantan Bos Garuda Indonesia, ada sepeda motor gede Harley-Davidson dan sepeda Brompton yang jadi barang bukti. Kini barang-barang itu masih belum dilelang.

Dilansir dari Merdeka.com, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata mengatakan belum mengetahui kapan pelaksaan barang-barang yang diselundupkan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia. Pihaknya masih menunggu perintah lelang yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

"Kalau yang kasus Garuda itu masih di Bea Cukai. Jadi kita belum ada permintaan," kata Isa dalam diskusi virtual, di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

1 dari 2 Halaman

Isa mengatakan, untuk saat ini barang selundupan tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Bea Cukai. Sementara DJKN sendiri masih belum menerima permintaan untuk melakukan lelang kepada barang tersebut.

"Mungkin juga masih dalam tahap penyelidikan penyidikan, saya nggak ngerti, cek ke Bea Cukai. Belum ada request lelang barang tersebut," jelasnya.

Adapun pengelolaan barang rampasan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 03/PMK 06 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara yang Berasal dari Barang Rampasan Negara dan Barang Gratifikasi.

2 dari 2 Halaman

Sebelumnya, Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Lukman Effendi mengatakan hingga saat ini belum ada permintaan dari Direktorat Bea Cukai dan Kementerian BUMN untuk melelang moge keluaran 1970-an tersebut.

"Hingga kini belum ada permintaan untuk melakukan pelelangan (motor gede ex Dirut Garuda)," kata Lukman saat melakukan bincang-bincang media di Kantor DJKN, Jumat (28/2/2020).

Namun seiring berjalannya waktu, apabila hasil penyelidikan memutuskan untuk melakukan lelang maka DJKN siap melelang secara terbuka. DJKN sendiri memiliki Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk melakukan proses lelang barang.

"Tapi kita siap jika semua urusannya selesai kita akan melakukan pelelangan," jelas Lukman.

BERI KOMENTAR