HOME » BERITA » MOGE KLASIK INI BIKIN GEMAS, BISA JADI INPIRASI MOTOR KUSTOM

Moge Klasik Ini Bikin Gemas, Bisa Jadi Inpirasi Motor Kustom

Beberapa builder motor kustom Indonesia berkunjung ke museum moge yang bisa jadi inspirasi.

Jum'at, 25 Januari 2019 16:45 Editor : Cornelius Candra
MV Agusta klasik (Istimewa)

OTOSIA.COM - Kalau bicara sejarah motor custom, model-model balap era lawas adalah gurunya. Dari sana, banyak pembuatnya coba-coba satu teknologi dan gaya buat diterapkan.

Contohnya motor-motor yang bisa dilihat di Museum MV Agusta. Merek ini memang sudah melegenda, dan detail-detailnya bikin gemas sekaligus inspiratif. Apalagi gaya-gaya era klasik itu balik lagi di era custom zaman sekarang, termasuk di Indonesia.

Ibarat langsung ke sumbernya, ini pula yang dilakukan sama tim Suryanation Motorland pada Rabu (23/01/2019) setelah puas tampil dan menggelar acara di Motor Bike Expo Verona 2019. Tim yang sedang berada di Italia ini datang ke museum salah satu pabrikan motor dari Italia, MV Agusta, yang terletak tidak jauh dari kota Milan.

MV Agusta, yang adalah singkatan dari Meccanica Verghera Agusta, mulai diproduksi tahun 1945 dan didirikan oleh Giovani Agusta. Sebelum mulai membuat motor, ternyata pabrikan ini terlebih dulu memproduksi mesin-mesin yang digunakan di dunia penerbangan. Motor-motor klasik itu pun bisa jadi ide bagi para pemenang Suryanation Motorland 2018 yang sedang diajak tur ke sana.

Perjalanan kali ini selain memberikan pengalaman dan inspirasi juga kami tujukan untuk memberikan apresiasi bagi seluruh pemenang Suryanation Motorland 2018 agar mereka bisa mendapatkan berbagai ide baru untuk berkarya di masa yang akan datang, kata Rizky Dwianto, Suryanation Motorland Committee.

Salah satu yang mengapresiasi kesempatan ini adalah Yudha Menyut. Di adalah satu di antara pemenang Suryanation Motorland 2018 yang bilang memfavoritkan motor merek tersebut.

Motor MV Agusta ini merupakan salah satu motor favorit saya. Desain-desain motor yang mereka miliki memiliki ciri khas sendiri dan berbeda dengan motor-motor buatan pabrikan Italia lainnya. Di masa lalu, motor MV Agusta ini juga sangat identik dengan dunia balap, kata dia.

Ternyata, main-main ke museum itu bukan cuma satu menu spesial dalam perjalanan tim Suryanation Motorland ke luar negeri, tepatnya Italia.

Sebelumnya, mereka juga main ke produsen produk aftermarket khusus Harley-Davidson kesohor, Rebuffini, di kota Cassaga, Bergamo. Waktu datang, mereka disambut hangat oleh Rebuffini Livio, CEO dan juga desainer Rebuffini.

Hari ini kami berkesempatan untuk berdiskusi dan melihat proses pembuatan salah satu produk aftermarket terbesar di dunia. Para peserta bisa mendapatkan inspirasi dan juga berdiskusi langsung mengenai pembuatan produk aftermarket yang dibutuhkan oleh pecinta motor custom. Ini akan menjadi sebuah pengalaman berharga bagi para pemenang untuk dibawa pulang ke Indonesia, kata Rizky Dwianto, Suryanation Motorland Committee.

Rebuffini Livio mengaku senang dengan kunjungan tim Suryanation Motorland yang sudah datang jauh dari Indonesia. Rebuffini mengatakan, kunci utama dari pembuatan sebuah part aftermarket adalah kualitas dari produk tersebut.

Proses lain yang juga penting pada pembuatan sebuah part aftermarket motor adalah melihat tren yang sedang berkembang dan juga mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan, kata Rebuffini Livio.

Saibu Panjaitan, salah satu peserta, mengatakan beruntung sekali bisa datang ke Rebuffini. Pasalnya, dia datang ke tempat yang tepat mengingat dirinya sedang membutuhkan sejumlah part.

Kebetulan sekali saya membutuhkan part untuk disc brake salah satu customer saya yang sempat terhenti karena kesulitan untuk mencari part yang sudah dicustom. Selanjutnya saya bisa berhubungan langsung dengan Rebuffini mengenai ukuran dan detail barang yang saya butuhkan, kata dia.

Peserta lainnya, Safrudin Brew, menambahkan, dia tertarik melihat langsung produksi part-part aftrermarket dengan dukungan mesin CNC yang canggih ini. Menurutnya, pabrik ini cukup efektif dan efisien untuk memproduksi part-part berkualitas.

Walaupun pabrik yang dimiliki tidak terlalu besar tetapi mereka tetap bisa bekerja dan memproduksi part aftermarket dengan kualitas yang sangat baik. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan menginspirasi saya untuk bisa berkarya sebaik mereka, kata Safrudin.

(kpl/prl/crn)

BERI KOMENTAR