HOME » BERITA » MOTOGP 2020: 15 DARI 24 PEMBALAP SUDAH NAIK PODIUM, BUKAN REKOR

MotoGP 2020: 15 dari 24 Pembalap Sudah Naik Podium, Bukan Rekor

Jalannya balap MotoGP 2020 terasa berbeda tanpa kehadiran Marc Marquez. Tapi di waktu bersamaan, balap MotoGP 2020 juga terasa lebih menantang.

Jum'at, 23 Oktober 2020 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
MotoGP 2020: 15 dari 24 Pembalap Sudah Naik Podium, Bukan Rekor
MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans (HRC)

OTOSIA.COM - Balap MotoGP 2020 terasa cukup mendebarkan. Pasalnya, hampir di setiap seri, ada pembalap yang berbeda yang naik podium. Bahkan ada pandangan bahwa balap MotoGP 2020 terasa lebih menantang.

Selain itu, absennya Marc Marquez juga membuat balap MotoGP 2020 terasa berbeda. Selain itu, hingga seri ke-10 di MotoGP Aragon akhir pekan lalu, belum ada pembalap yang benar-benar bisa disebut unggul.

Nama-nama pembalap yang menduduki puncak klasemen MotoGP 2020 juga masih terus berubah. Sebagai contoh, pembalap yang paling banyak memenangkan balapan: Fabio Quartararo dengan 3 kemenangan justru berada di posisi kedua klasemen. Status pemuncak klasemen diisi pembalap yang belum pernah menang, Joan Mir.

1 dari 2 Halaman

Antara tingginya angka kecelakaan dan masalah ban, jadi penyebab setiap putaran, pembalap yang bisa finis besar terus berubah. Alhasil sekarang ketika MotoGP 2020 tersisa empat balapan lagi, masih ada 4-5 pembalap yang bisa jadi juara dunia.

Statistik paling mencengangkan adalah dari total 24 pembalap di grid MotoGP 2020, 15 di antaranya setidaknya sudah merasakan podium sebanyak sekali. Seperti dilansir La Gazzetta dello Sport, dari daftar pembalap yang berada di posisi 16 klasemen, hanya Takaaki Nakagami yang belum pernah finis tiga besar.

Fantastis bukan. Masalahnya apakah jumlah 15 pembalap berbeda naik podium sampai sekarang merupakan rekor di kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor?

2 dari 2 Halaman

Jawabannya ternyata belum. Misalnya pada kelas 500cc (nama kelas premier sebelum MotoGP) 1969. Kala itu ada 21 pembalap yang naik podium dalam jumlah balapan hanya 12 atau dua lomba lebih sedikit ketimbang MotoGP 2020.

Kemudian kelas 500cc musim 1976. Kali ini ada 18 pembalap berbeda bisa finis tiga besar. Faktanya jika berbicara data, MotoGP 2020 masih belum mengalahkan kelas premier tahun 1969 dan 1976.

Tapi tetap saja jalannya persaingan sangat menarik. Mungkin bisa dibilang, sejak era MotoGP, fans sudah terbiasa melihat paling banyak 5-6 pembalap berpeluang meraih kemenangan.

Pembalap Ducati, Honda, atau Yamaha seakan bergiliran jadi terbaik. Tapi di MotoGP 2020 semua berubah. Pembalap dari tim Suzuki sampai KTM atau bahkan tim satelit bisa merasakan podium sampai kemenangan.

So, mengingat MotoGP 2020 masih menyisakan empat balapan lagi, tentunya kejutan demi kejutan masih bisa terus terjadi.

Sumber: Hendry Wibowo

Sumber: Bola.com

BERI KOMENTAR