HOME » BERITA » MOTOR CUSTOM INDONESIA JEBOL 3 BESAR PAMERAN MODIFIKASI DI EROPA

Motor Custom Indonesia Jebol 3 Besar Pameran Modifikasi di Eropa

Gelaran Bike Expo 2019 yang berlangsung di Veronafiere, Verona, Italia, juga diramaikan sepeda motor custom dari Indonesia.

Kamis, 24 Januari 2019 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Motor modifikasi karya Tosan Adji (Istimewa)

OTOSIA.COM - Gelaran Bike Expo 2019 yang berlangsung di Veronafiere, Verona, Italia, juga diramaikan sepeda motor custom dari Indonesia.

Ini jadi satu cerita yang membanggakan karena motor dari Tanah Air itu berjajar dengan karya builder-builder internasional, seperti Suicide Customs dari Jepang.

Kesempatan yang didukung penuh di bawah nama Suryanation Motorland ini bahkan bukan cuma memungkinkan motor garapan seniman dalam negeri unjuk gigi di negeri Eropa tersebut. Pasalnya, salah satu motor yang dibawa itu pada Jumat (18/1/2019) bisa duduk di kursi ke-3 podium.

Motor tersebut buatan builder Indonesia "Tosan Adji" yang merupakan hasil kolaborasi dari Lufti Ardika dengan Andhika Pratama, yang di ajang Suryanation merupakan Iconic Bike Suryanation Motorland 2018.

"Iconic Bike Suryanation Motorland 2018 yang kita bawa kali ini ternyata berhasil terpilih menjadi nominasi The King of Motor Bike Expo 2019. Ini sudah merupakan prestasi yang membanggakan karena bisa membawa nama dunia custom Indonesia menjadi lebih dikenal di kalangan dunia custom internasional," ujar Rizky Dwianto, Suryanation Motorland Committee.

Bagaimana motor ini bisa duduk di podium? Jadi, sebelumnya tim panitia memilih 10 motor terbaik dari beberapa garage di ajang tersebut untuk kemudian dinilai oleh dewan juri di depan para pengunjung.

Sepuluh garage yang berhasil masuk menjadi nominasi The King of Motor Bike Expo 2019 adalah CMC Motorcycle, Suicide Customs, Radikal Chopper, Metal Bike Garage, Hazard Motorcycle, Abnormal Cycles, Gallery Motorcycles, Stile Italiano, Creazy Dream Mallorca, dan tentu Suryanation Motorland.

Jurinya sendiri terdiri dari empat orang. Mereka adalah Shinya Kimura dari Chabot Engineering, Fred Kodlin dari Kodlin Motorcycles, Cory Ness dari Arlen Ness Motorcycles, dan Rai Drea yang merupakan perwakilan dari produsen motor legendaris Harley-Davidson.

Keempat orang ini dipilih dengan latar belakang mereka sebagai custom builder dunia dan juga perwakilan dari industri roda dua.

Sistem penilaian yang dilakukan oleh juri sendiri adalah memberikan penilaian langsung dengan poin tertinggi 10 untuk setiap motor yang terpilih.

Nah, Iconic Bike Suryanation Motorland buatan Lufti Ardika dan Andhika Pratama dapat total 34 poin. Poin itu hanya kalah dari Suicide Customs yang berhasil menjadi The King of Motor Bike Expo dengan total poin 39 dan Abnormal Cycles yang mendapat poin terbanyak kedua.

Waktu itu,Shinya Kimura (Chabot Engineering) memberikan nilai 9, Fred Kodlin (Kodlin Motorcycles) juga memberikan nilai 9, Cory Ness (Arlen Ness Motorcycles) memberikan nilai 9, sementara Rai Drea (Harley-Davidson) memberikan nilai 7.

Perolehan poin yang didapatkan motor ini sama dengan perolehan poin Mirko Perugini dari Gallery Motorcycles, juri tamu acara Grand Battle Suryanation Motorland 2018 yang berlangsung di Surabaya pada September lalu.

Menariknya, motor dibangun dengan basis mesin Harley-Davidson WL tahun 1942, dan mendapatkan sanjungan dari Shinya Kimura pada saat berkunjung ke booth Suryanation Motorland.

"Motor ini sangat mengagumkan dan merupakan sebuah hasil karya yang luar biasa. Beberapa detail yang ada pada motor ini dibuat dengan teknik craftsmanship yang tinggi," ujarnya.

Pada saat yang bersamaan Shinya Kimura, salah satu builder yang memiliki segudang pengalaman dalam membuat motor juga memberikan sanjungan terhadap dunia custom Indonesia.

"Custom scene di Indonesia saat ini memiliki antusiasme yang sangat besar dan ada banyak builder Indonesia yang berbakat. Saya melihat banyak orang yang memiliki passion tinggi di dunia custom. Saya banyak tahu mengenai dunia custom Indonesia dari beberapa majalah motor dunia. Semoga suatu saat nanti saya berkesempatan untuk mengunjungi Indonesia," tambah Shinya.

Pada hari ketiga Motor Bike Expo, Suryanation Motorland masih punya kegiatan persiapan untuk Suryanation Motorland Custom Contest.

Suryanation Motorland Committee akan melakukan penilaian ke beberapa motor yang sudah mendaftarkan diri sesuai dengan beberapa kelas yang diadakan, seperti kelas Championship, Modified Harley, Café Racer, Vintage / Old School, serta dua appreciation class, masing-masing Best Painting dan Best Engine serta The Greatest Bike. Kontes ini punya total hadiah 8.000 euro.

"Antusiasme dari para builder Eropa terhadap Suryanation Motorland Custom Contest ternyata sangat baik karena banyak dari builder Eropa yang sudah mengetahui perkembangan dunia custom Indonesia. Mudah-mudahan yang nantinya terpilih menjadi The Greatest Bike pada kontes ini bisa membagikan pengalaman mereka dalam membuat motor kepada para builder di Indonesia," kata Rizky.

(kpl/prl/ahm)

BERI KOMENTAR