HOME » BERITA » MOTOR DITERJANG AIR LAUT, LAKUKAN LANGKAH-LANGKAH INI

Motor Diterjang Air Laut, Lakukan Langkah-langkah Ini

Sebagai negara yang masuk dalam "ring of fire", Indonesia rawan terhadap bencana gempa bumi, tsunami dan gelombang pasang air laut. Saat tsunami dan rob salah satu harta yang turut terkena hantaman air laut adalah kendaraan bermotor.

Kamis, 27 Desember 2018 19:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi motor diterjang air (digital.vpr.net)

OTOSIA.COM - Sebagai negara yang masuk dalam "ring of fire", Indonesia rawan terhadap bencana gempa bumi, tsunami dan gelombang pasang air laut. Saat tsunami dan rob salah satu harta yang turut terkena hantaman air laut adalah kendaraan bermotor. Jika sudah demikian, untuk mengembalikan seperti kondisi semula, butuh kiat-kiat khusus, termasuk pada sepeda motor.

Dengan kandungan kadar garam, air laut punya daya lebih kuat memberikan efek korosi pada besi atau logam dibandingkan air biasa.

"Air laut mengandung kadar garam yang bila bertemu dengan logam tentunya akan merusak unsur-unsur logam tersebut. Hal ini didahului munculnya fenomena rust atau karat. Jika dibiarkan dalam jangka panjang akan menimbulkan kerusakan secara berangsur-angsur. Yang harus dilakukan pertama adalah segera mencuci dengan steam untuk menghilangkan kandungan zat garam," buka Galuh Afriyanto, Koordinator Servis Yamaha SBR Pemalang, Jawa Tengah,

Jika sudah dibersihkan dengan air, segeralah bawa ke bengkel. Namun jangan menghidupkan mesin. Ini untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bakal terjadi pada sepeda motor. Semprot bagian soket-soket dengan air karena ditakutkan air garam masih mengendap di bagian tersebut.

"Mintalah bengkel untuk membersihkan seluruh bagian-bagian yang terkena air laut. Setelah itu barulah mulai lakukan pengecekan pada bagian-bagian vital, seperti mesin, wiring, kabel-kabel, dan soket. Pastikan semua dalam kondisi bersih dan kering" imbuhnya.

Cek juga kondisi oli mesin dan kondisi filter udara. Pastikan komponen ini bersih dan kering lebih dulu.

"Kondisi motor yang terhempas dan terendam air laut lebih lama akan lebih berisiko air tersebut masuk ke dalam mesin. Kalau sudah begini mau tidak mau harus bongkar total supaya dapat dilakukan pengecekan dan dilakukan pembersihan jika memang air sudah masuk ke sektor mesin," kata Galuh.

Namun jika motor tidak sampai terendam hingga bagian mesin, cukup mencucinya seluruh bagian-bagian yang terkena air laut. Jika perlu disteam untuk memastikan. Lebih cermatnya, meski tidak terendam, pastikan lagi tidak ada air laut masuk ke dalam mesin dan ruang bakar.

"Jika sudah dipastikan mesin dan ruang bakar tidak terkena air laut, coba hidupkan motor. Jika masih ragu, bawa ke bengkel bila diperlukan untuk dilakukan pengecekan lebih detail," sarannya.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR