HOME » BERITA » MOTOR JAWARA SURYANATION 2017 AKAN BERSANDING DENGAN KARYA BUILDER EROPA

Motor Jawara Suryanation 2017 akan Bersanding dengan Karya Builder Eropa

Senin, 13 November 2017 20:20

Motor Jawara Suryanation 2017 akan Bersanding dengan Karya Builder Eropa
Foto: Nazar Ray
Editor : Fitradian Dhimas | Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Baru sehari menyandang gelar Best of The Best Suryanation Motorland Surabaya, Harley Davidson Shovelhead lansiran 1976 milik Lutfi Ardika, dihari berikutnya kejutan besar datang kembali. Pada puncak final nasional Suryanation Motorland 2017 yang digelar di lapangan Kodam V Brawijaya, Surabaya, Sabtu- Minggu (11-12/11) Motor milik Lutfi Ardika dinobatkan sebagai The Greatest Bike di seri Grand Final Suryanation Motorland 2017 di Surabaya.

Harley Davidson Shovelhead lansiran 1976 milik Lutfi Ardika mampu memikiat tiga juri-juri custom bike, seperti Lulut Wahyudi, Bimo Hendrawan, Tommy Dwi Djatmiko. Kuda besi Alif mampu menyisihkan 7 konsestan dari kota lain, yakni Medan, Palembang, Tangerang, Semarang, Banjarmasin, dan Denpasar.

“Nggak nyangka bisa menang, pokoknya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Padahal dari awal aku tidak bermimpi untuk menang, apalagi menjadi The Greatest Bike Suryanation Motorland 2017,” ujar Lutfi Ardika.

Yang menarik, sebelum mendapat gelar Best of The Best Suryanation Motorland seri Surabaya, Lutfi mengaku tidak percaya diri setelah melihat motor-motor garapan konsestan lain bagus-bagus. Namun setelah menjadi yang terbaik di region Surabaya, barulah mulai timbul rasa optimisme untuk bersaing dengan 7 finalis lain dari 7 kota di Grand Final.

“Awalnya malah ngak pede mas. Pas menang Best of The Best Surabaya, aku mulai ada rasa keyakinan mampu bersaing dengan 7 finalis lainnya. Pas masuk Grand Final saya tidak pernah melupakan rasa syukur kepada Tuhan. Saya terus berdoa, dan syukur doa saya terkabul menjadi The Greatest Bike Suryanation Motorland tahun ini,” beber Lutfi.

Alhasil modifikasi Harley Davidson Shovelhead milik Lutfi akan tebar pesona dihadapan pecinta custom culture Eropa. Motor Lutfi akan bersanding dengan motor-motor custom lainnya karya builder-builder ternama dari benua biru di event Motor Bike Expo yang akan berlangsung di Verona, Italia pada 18-21 Januari 2018 mendatang.

“Seneng banget bisa ke Verona, terima kasih Suryanation Motorland. Harapan saya di Verona, Italia, bisa belajar banyak, cari ide dan inspirasi custom yang bisa dibawa ke Indonesia untuk mengembangkan dunia custom di Tanah Air. Kesempatan berharga ini akan aku manfaatkan benar untuk belajar dari builder-builder top dunia,” terang Lutfi.

Sebelumnya Lutfi pernah mengikuti Suryanation Motorland sri Semarang. Namun motor miliknya kalah bersaing dengan karya builder lain. Lutfi akhirnya merubah konsep dan fokus pada detailing restorasi, ditambah tangan dingin sang modifikator dari Queen Lekha Chopper Jogja, akhirnya motor Shovelhead lansiran 1976 miliknya berhasil menyandang gelar Best of The Best pada seri Suryanation Motorland Surabaya.

Bersama builder kepercayaannya Lutfi mengaku menggarap Shovelhead tidak semudah membalik telapak tangan. Ada beberapa sektor yang cukup menguras tenaga dan ide. Kendati fokus pada unsur detailing, salah satu bagian yang paling sulit adalah merubah ring 21 ke 23 dan proses pengkroman.

Secara keseluruhan lama pembuatan sekitar 5-6 bulan. Yang paling menarik memang pada bagian depan, menggunakan springer depan dengan ring pelek 23..

Berbeda dengan konsestan lain, Lutfi memilih warna yang terbilang jauh dari kesan gahar, yakni hijau. Bukan tanpa alasan ia memilih laburan grafis hijau. Selain jarang digunakan oleh para modifikator atau builder pada media motor custom berkapasitas mesin besar, warna hijau lebih memancarkan kesegaran. Hasil visual warna terbilang apik berkat garapan Danny Hacka Solo.

“Kalau motor custom warna merah, silver, hitam, mungkin sudah banyak, Saya memilih warna yang berbeda. Tapi intinya kenapa saya pilih hijau karena segar dipandang mata, kayak misalnya kita lihat pemandangan hijau dedaunan atau pepohonan dan pegunungan, kan enak dilihatnya, jadi segar mata dan hati,” ujar Lutfi.

Pada tahun ini Suryanation Motorland mengusung tema “Collaboration Brings Perfection”. Seri Grand Final Suryanation Motorland 2017 digelar selama dua hari dengan tetap menghadirkan bermacam konten acara khas custom culture seperti rolling thunder, biker community games, dan juga art performance dari para seniman pinstripe, leather art dan tattoo seperti Wawan Junx, Rio Bronx, Wisnu Customizer, Cetul Leather Art, dan Anneke Fitrianti Petrichor Tattoo.

Selain itu akan ada juga booth apparel seperti Wayout, Fourspeed Metalwerks, Trooper Helmet, Kickstart Apparel dan Von Dutch.

Salah satu yang paling ditunggu di seri Grand Final ini adalah kemunculan Iconic Bike Ketiga hasil kolaborasi M. Yusuf Adib dari Psycho Engine Purwokerto yang merupakan pemenang Best of The Best Suryanation Motorland 2016 dengan builder kenamaan Jepang, Kaichiroh Kurosu dari Cherrys Company. Keduanya berkolaborasi dengan Lulut Wahyudi di dalam tim “Majapahit” untuk membuat Iconic Bike Ketiga dan melengkapi dua Iconic Bike sebelumnya yang dibuat oleh tim “Deli Sriwijaya” dan “Gowa Mataram”.

Motor garapan M Yusuf Adib yang berhasil membuat “W Engine” menggunakan basis mesin HD Sportster dengan bodi buatan Kaichiroh Kurosu yang didatangkan langsung dari Jepang. Sebelumnya potongan bodi dan mesin Iconic Bike Ketiga ini sudah diperlihatkan di Suryanation Motorland di Denpasar beberapa waktu yang lalu.

(kpl/nzr/fdk)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-11-13
detail

BERITA POPULER