HOME » BERITA » MOTOR LISTRIK CUSTOM RASA BMW KLASIK R27 DI IIMS MOTOBIKE

Motor Listrik Custom Rasa BMW Klasik R27 di IIMS Motobike

Sama halnya dengan sepeda motor berbahan bakar bensin, rupa sepeda motor listrik juga dapat dimodifikasi bergaya klasik. Adalah Hendro Sutono, yang memilih sosok motor klasik BMW R27 yang popular di tahun 1960-an menjadi motor listrik custom

Jum'at, 29 November 2019 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Motor Listrik Custom Rasa BMW Klasik R27 di IIMS Motobike
Motor listrik custom rasa BMW klasik R27 (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Kendati jumlahnya tidaklah masif, sepeda motor listrik kini sudah mulai menarik minat banyak orang, terutama di kota-kota besar di Indonesia. Bahkan pemakai sepeda motor listrik sudah punya komunitasnya, salah satunya adalah Komunitas Sepeda Motor Listrik Indonesia.

Sama halnya dengan sepeda motor berbahan bakar bensin, rupa sepeda motor listrik juga dapat dimodifikasi bergaya klasik, bergantung pada selera pemiliknya.

Adalah Hendro Sutono, yang memilih sosok motor klasik BMW R27 yang popular di tahun 1960-an menjadi motor listrik custom.

Bekerjasama dengan bengkel custom Acas Custom di bilangan Pedurenan, Tangerang Selatan, semua bodi motor adalah hasil custom yang menyerupai BMW klasik R27.

"Semuanya total custom. Body ini di build, spakbor dan semuanya menyerupai BMW R27. Kita tinggal tambahin komponen kendaraan listrik, ada tiga komponen utamanya, dynamo, baterai, dan controller," paparnya.

1 dari 2 Halaman

Pakai Part Generik

Motor Listrik Custom Rasa BMW Klasik R27 di IIMS MotobikePakai Part Generik

Selebihnya part yang digunakan adalah generik, seperti lampu, handle, kaliper berikut cakram dan sebagainya. Ban sendiri menggunakan Swallow 400-17 untuk depan belakang.

?Komponennya diambil dari part generik, kayak handle rem juga yang generik, batok lampu punya Tiger lama. Jadi kita hanya pasangkan dynamo 3000 watt dan baterainya 72 volt, serta ampherenya 32. Bengkel Acas Custom sendiri sudah biasa membuat motor custom klasik dari basis Yamaha Scorpio dan Honda Tiger,? ujarnya.

Dengan bekal dynamo 3.000 watt tersebut motor listrik ini sanggup menjelajah hingga 40 km dengan sekali pengisian daya. Sekali mengisi dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu 4-6 jam.

?Di atas kertas sih jelajahnya sampai 40 km, tapi kita pernah coba sampai 45 kilometer, itu juga masih ada sisa 30 persen. Tapi di baterai itu ada istilah DOD atau batas minimum yang boleh dipakai. Boleh sih dihabisin (baterainya) tapi ini akan memperpendek usia baterai,? terang Hendro.

2 dari 2 Halaman

Tetap Aman Saat Hujan

Motor Listrik Custom Rasa BMW Klasik R27 di IIMS MotobikeTetap Aman Saat Hujan

Pemasangan tangki selain memperindah tampilan motor juga berfungsi melindungi controller. Sementara bagian penempatan filter udara digunakan sebagai tempat baterai bersemanyam.

?Controllernya ada di bawah tangki. Jadi tangki ini kita manfaatkan untuk menutupi controller, karena dia komponen elektronik biar terlindung makanya kita sengaja ditaruh di dalam tangki,? ungkapnya.

Hendro menyatakan motor tetap aman digunakan saat hujan, sepanjang semua komponen elektroniknya terlindungi. ?Kebetulan baterai kita tidak kasih cover, karena ini hanya keperluan show unit, jadi biar baterainya terekspose. Kalau mau dipasang pelindunga ya tetap bisa,? kata anggota Komunitas Sepeda Motor Listrik Indonesia ini.

Ditampilkannya motor listrik custom di IIMS Motobike di Istora Senayan Jakarta, Hendro dan komunitasnya ingin menunjukkan bahwa motor bensin mudah dikonversi menjadi motor listrik. Sebab secara teknologi kelistrikannya tidak rumit.

?Sebenarnya banyak modifiktor yang bisa melakukan konversi atau memodifikasi motor listrik. Komponen utamanya cuma tiga, dynamo, baterai dan controller. Jadi dengan pengetahun sedikit elektrikal sebenarnya kita sudah bisa mengkonversi,? tutupnya.

BERI KOMENTAR