HOME » BERITA » MOTOR MASUK TOL AKAN URAI KEMACETAN?

Motor Masuk Tol Akan Urai Kemacetan?

Saat ini motor masuk tol menjadi isu menarik di Tanah Air. Pasalnya hal ini bisa berdampak positif untuk komuter seperti Suryadi.

Jum'at, 01 Februari 2019 21:45 Editor : Ahmad Muzaki
Lalu lintas di ruas tol Jalan Gatot Soebroto, Jakarta (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

OTOSIA.COM - Saat ini motor masuk tol menjadi isu menarik di Tanah Air. Pasalnya hal ini bisa berdampak positif untuk komuter seperti Suryadi.

Bagi pegawai sebuah perusahaan swasta di bilangan Sunter ini, perjalanan dari rumahnya menuju kantor memakan waktu lebih dari satu jam. Dari rumahnya di Kampung Rambutan, ia harus melewati Kramat Jati yang terkenal padat menuju Cawang dan terus menyusuri By Pass (Jalan DI Panjaitan dan Jalan Ahmad Yani) hingga Sunter yang berjarak sekitar 30 kilometer.

Secara matematis bila mengendarai sepeda motor dalam lalu lintas lancar di jalan raya dengan kecepatan 40 km/jam, Suryadi bisa menempuhnya dalam waktu 45 menit saja. Tapi itu mustahil terjadi di hari kerja. "Susah kurang dari satu jam, jalurnya padat, terutama di Kramat Jati," ujar Suryadi.

Secercah asa mencuat tatkala Ketua DPR Bambang Soesatyo melontarkan wacana motor masuk tol. Tampaknya ini jadi sebuah solusi untuk Suryadi dan pengendara sepeda motor lainnya. Apalagi rumah Suryadi dekat dengan jalan tol Jagorawi.

Menurut Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, ide motor masuk tol itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, tentang Jalan Tol yang disahkan oleh Presiden Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, salah satu manfaat dari sepeda motor masuk ke jalan tol adalah mengurangi tingkat kecelakaan.

Di Indonesia sendiri sudah ada dua jalan tol yang boleh dilewati oleh sepeda motor, yaitu Suramadu dan Bali. Jaraknya pun terbilang pendek, yaitu 3 km untuk Suramadu dan 12 km untuk tol di Bali. Tentu demi alasan keselamatan, sepeda motor memiliki jalurnya sendiri.

Sepeda motor melintasi jalan tol sebenarnya bukan hal yang baru. Bahkan di Malaysia, pengguna sepeda motor bisa menggunakan jalan tol tanpa dikenakan biaya. Di jalan tol pun diberikan jalur khusus sepeda motor, dan di beberapa ruas jalan tol dibiarkan bergabung dengan kendaraan lainnya.

Faisal Asri, pembalap asal Malaysia, mengungkapkan jalan tol di Malaysia bersahabat untuk pengguna sepeda motor. "Jalan tol bersahabat karena ada jalur khusus untuk sepeda motor," ungkapnya kepada Liputan6.com.

Hanya saja beberapa rute tidak dilengkapi dengan jalur khusus sepeda motor, misalkan Maju Expressway (MEX) yang menghubungkan Kuala Lumpur dengan Putrajaya. "Ketika saya menggunakan sepeda motor di jalan tol tanpa ada jalur khusus, saya memilih jalur paling kiri atau jalur darurat. Lebih aman," sambungnya.

Meskipun harus berbaur dengan kendaraan seperti mobil berkecepatan tinggi, menggunakan jalan tol merupakan pilihan yang nyaman karena tak harus berhadapan dengan perempatan yang menghambat perjalanan. Alasan lainnya, jalan tol di Malaysia memiliki banyak rute dan tujuan yang lengkap.

Hal senada diungkapkan oleh Andri, mahasiswa asal Indonesia yang pernah menimba ilmu di Negeri Jiran. Andri mengaku pernah menggunakan sepeda motor di jalan tol untuk touring. "Waktu itu tujuannya dari Penang ke Kedah (jarak 114 km), perjalanan cukup lama. Rest area banyak," ungkapnya kepada Liputan6.com.

Malaysia pun bukan satu-satunya negara yang mengizinkan motor masuk tol, bahkan banyak sekali negara yang sudah melakukan hal serupa. Sebut saja India, Jepang, Singapura, Cina, Filipina, dan lain sebagainya.

Negara tetangga sudah banyak yang menerapkan motor masuk tol. Selain Malaysia, masih cukup banyak negara yang menerapkan hal ini, seperti India, Jepang, Singapura, Cina, Filipina, dan masih banyak lagi. Namun apakah motor masuk tol memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia?

Sumber: Liputan6.com

(kpl/ahm)

BERI KOMENTAR