HOME » BERITA » MUDIK 2018 DALAM KONDISI PUASA, PERHATIKAN HAL BERIKUT

Mudik 2018 dalam Kondisi Puasa, Perhatikan Hal Berikut

Volume kendaraan saat musim mudik 2018 tentu berbeda dengan hari-hari biasa. Maka itu perlu konsentrasi dan kehati-hatian saat berkendara.

Senin, 11 Juni 2018 22:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi/Mitsubishi Indonesia

OTOSIA.COM - Volume kendaraan saat musim mudik 2018 tentu berbeda dengan hari-hari biasa. Maka itu perlu konsentrasi dan kehati-hatian saat berkendara.

Terlebih jika dalam kondisi masih berpuasa. Maka menyiapkan tubuh dengan menjaga pola makan dan istirahat yang cukup perlu dilakukan.

Sebab menurut Mitsubishi Indonesia, saat berpuasa gula dalam darah akan menurun dan tubuh rentan terserang dehidrasi.

Jika dua hal itu terjadi, berkendara pun bisa kurang awas akrena mengantuk sehingga menyebabkan refleks menurun.

Maka, jika Otolovers mudik dalam kondisi berpuasa, terlebih perjalanan yang ditempus sangat jauh ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

1. Pastikan Makan Sahur dengan Makanan Bergizi

Usahak menghindari konsumsi karbohidrat berlebihan saat sahur dan buka puasa. Sebab, karbohidrat akan menyebabkan kantuk sepanjang hari.

Sebaiknya lebih banyak konsumsi makanan yang mengandung protein dan vitamin dari buah-buahan segar. Selain itu, banyak minum air putih untuk mengurangi kemungkinan dehidrasi.

Nutrisi-nutrisi tersebut lebih dibutuhkan oleh tubuh karena dapat memberikan cadangan energi yang cukup hingga waktu berbuka puasa tanpa menyebabkan kantuk.

2. Siapkan Manajemen Waktu yang Baik

Mengemudi juga bisa sangat melelahkan, maka usahakan untuk mengatur waktu dengan baik. Seperti hindari berkendara di jam-jam sibuk yang bisa membuat stress dan memancing emosi.

Jika menempuh perjalanan jauh, beristirahatlah setelah mengemudi selama 90-120 menit. Setelah itu waktu mengemudi diperpendek menjadi 60-90 menit.

3. Menahan Emosi

Ada dua tantangan yang harus dihadapi pengendara yang tengah menjalankan puasa, yaitu emosi diri sendiri karena ingin cepat sampai tujuan dan tindakan pengendara lain yang bisa memancing kemarahan.

Bagaimanapun kondisi jalan, keselamatan harus tetap mejadi yang utama. Tak hanya untuk diri sang pengendara, pun untuk pengguna jalan yang lain.

Ingat, keluarga menantimu di rumah.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR