HOME » BERITA » MUDIK KENA LEMPARAN BATU, DITANGGUNG ASURANSI?

Mudik Kena Lemparan Batu, Ditanggung Asuransi?

Sabtu, 09 Juni 2018 14:00

Mudik Kena Lemparan Batu, Ditanggung Asuransi?
Foto ilustrasi by accelainfinia.com
Editor : Dini Arining Tyas | Reporter : Nazzarudin Ray

Otosia.com - Insiden pelemparan batu bongkahan di Km 6+300 Tol Jakarta-Cikampek yang menewaskan Saeful Mazazi pengemudi Toyota Cayla G 8696 ZP dan merusak satu mobil lainnya, Avanza, bisa menjadi pelajaran untuk selalu berhati-hati berkendara dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Peristiwa pelemparan batu dari atas JPO Pondok Gede, Kota Bekasi juga menjadi semacam pengingat bagi pengendara untuk melakukan tindakan preventif atau melindungi kerusakan kendaraan lewat asuransi. Jika sudah diasuransikan, tidak ada salahnya kembali mengecek polis asuransi, seperti kerusakan akibat kejahatan serupa dapat diklaim atau tidak.

Beberapa perusahaan asuransi kendaraan sudah mengkategorikan lemparan batu sebagai bagian dari klaim perbuatan jahat, sama seperti pencurian kaca spion, ban cadangan, radio tape, mobil baret dan sebagainya. Jadi pelemparan batu sudah masuk dalam kategori klaim untuk kehilangan atau kerusakan kerusakan akibat tindak kejahatan.

Foto: Facebook/Rizki Eka

“Kalau pelemparan batu, di Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) itu masuknya ke dalam perbuatan jahat. Jadi di kami, mobil kena lemparan batu akan dicover asuransinya jika asuransinya komprehensif,” kata Public Relations, Communication & Event Dept. PT Asuransi Astra Buana, Rudiansyah.

Namun lain halnya kerusakan pada mobil dilakukan oleh tertanggung sendiri. Artinya mobil terkena batu akibat perbuatan tertanggung atau orang terdekat tidak dapat diklaim.

“Tetapi ada pengecualian. Tidak akan dicover jika yang melempar batunya tertangung sendiri, istri atau suami tertanggung, orang tua, adik, dan kakak,” terang Rudiansyah.

Sementara, menurut Asuransi Astra, klaim kerusakan mobil akibat terkena lemparan batu misalnya, bisa dilaporkan maksimal lima hari kerja setelah kejadian. Aturan ini seperti tercantum dalam polis.

Selanjutnya, petugas Garda Oto akan membantu menjelaskan prosedur dan informasi lain yang diperlukan. Adapun dokumen yang diperlukan diantaranya mengisi laporan kerugian dan telah ditandatangani tertanggung, fotokopi polis asuransi, fotokopi STNK kendaraan, fotokopi SIM pengemudi, dan keterangan dari kepolisian setempat.

 (kpl/nzr/tys)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-6-11
detail

BERITA POPULER