HOME » BERITA » MUDIK LEBARAN 2021 BISA DILAKUKAN JIKA DALAM 5 KONDISI INI

Mudik Lebaran 2021 Bisa Dilakukan Jika dalam 5 Kondisi Ini

Semua masyarakat dilarang melakukan aktivitas mudik Lebaran 2021 untuk menekan penyebaran COVID-19. Pemerintah juga akan memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang tetap nekat mudik.

Minggu, 11 April 2021 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Mudik Lebaran 2021 Bisa Dilakukan Jika dalam 5 Kondisi Ini
Ilustrasi mudik (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Hasil survey yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) pada Maret 2021 mendapati bahwa masih ada 27,6 juta orang yang tetap akan mudik meskipun ada aturan larangan mudik lebaran. Pemerintah pun akan melakukan pengawasan lapangan yang melibatkan polri dan TNI, Kemenhub, dan Dinas Perhubungan Daerah.

Pengawasan itu akan dilakukan dengan memberlakukan penyekatan di 333 titik pad akses utama keluar dan masuk jalan tol dan non-tol, terminal angkutan penumpang, pelabuhan sungai, danau, dan penyeberangan.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa larangan mudik ini berlaku untuk semua lapisan masyarakat. Meski begitu, menurut Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setyadi menyebutkan tentang pengecualian masyarakat yang masih bisa melakukan aktivitas mudik. Mereka yang masih bisa melakukan aktivitas mudik harus sesuai dengan syarat yang ditetapkan.

1 dari 3 Halaman

Adapun pengecualian larangan mudik Lebaran 2021 berlaku untuk masyarakat dalam kondisi:

1. Bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, Pegawai BUMD, POlri, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tandatanga basah dan cap basah dari pimpinannya.

2. Kunjungan keluarga yang sakit.

3. Kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal.

4. Ibu hamil dengan satu orang pendamping dan kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping.

5. Pelayanan kesehatan yang darurat.

2 dari 3 Halaman

Sanksi Bagi Warga yang Nekat Mudik

Periode larangan mudik Lebaran 2021 akan dimulai pada 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021. Selama periode tersebut, semua moda transportasi baik darat, udara dan laut serta Kereta Api pun dilarang beroperasi.

Larangan mudik Lebaran 2021 itu tercantum dalam SE Datgas COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021. Aturan tersebut menegaskan bahwa masyarakat dilarang bepergian ke laur kota untuk mencegah penularan COVID-19.

"Kepada pihak yang melanggar akan diberlakukan sanksi," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers daring, Kamis (8/4/2021) dikutip dari Liputan6.com.

 

3 dari 3 Halaman

Dalam poin J surat edaran tersebut, berbunyi pelanggar akan dikenakan sanksi denda, sanksi sosial, kurungan dan/atau pidana sesuai dengan peraturan perundang-undang.

Namun, tidak ada rincian sanksi lamanya waktu kurungan, atau sanksi sosial apa, juga besaran denda jika masyarakat melanggar SE ini.

Ditolak Masuk Wilayah Tujuan

Kendati demikian, Wiku sempat menegaskan, kepada mereka yang melanggar secara umum akan ditolak memasuki lokasi tujuan jika bukan pihak yang dikecualikan atau tidak membawa dokumen prasyarat perjalanan.

"Apabila ditemui pelaku perjalanan yang tidak memenuhi persyaratan di antaranya dengan tujuan mudik, wisata antar wilayah maka petugas berhak menghentikan dan yang bersangkutan harus kembali ke tempat asal perjalanan," Wiku menandasi.

BERI KOMENTAR