HOME » BERITA » MUDIK LEWAT PANTURA, INI 5 LOKASI YANG TERKENAL ANGKER

Mudik Lewat Pantura, Ini 5 Lokasi yang Terkenal Angker

Beberapa lokasi sepanjang pantura terkenal dengan keangkerannya. Berbagai macam cerita horor tersebar dari mulut ke mulut. Di mana saja?

Kamis, 23 Mei 2019 21:45 Editor : Dini Arining Tyas
Mudik Lewat Pantura, Ini 5 Lokasi yang Terkenal Angker
Jalur Jenu Tuban (Google Street View)

OTOSIA.COM - Mudik lebaran melalui jalur darat, selain menggunakan tol bisa menggunakan jalan biasa. Jalan yang paling ramai diperbincangkan saat musim mudik lebaran adalah pantura alias pantai utara.

Beberapa lokasi sepanjang pantura terkenal dengan keangkerannya. Berbagai macam cerita horor tersebar dari mulut ke mulut. Di mana saja?

1 dari 5 Halaman

Hantu Perempuan Jalur Subang C

Mudik Lewat Pantura, Ini 5 Lokasi yang Terkenal AngkerHantu Perempuan Jalur Subang C

Di beberapa tempat, kecelakaan masih kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Terutama keberadaan makhluk gaib yang dipercaya menjadi penunggu lokasi tersebut.

Salah satunya jalur pantura, tepatnya jalur Subang sampai Ciasem. Di jalur itu dipercaya adanya sosok hantu perempuan yang menyeramkan.

Hantu perempuan itu disebut memiliki rambut panjang dengan wajah seram. Si hantu perempuan rambut panjang ini kerap dijadikan kambing hitam penyebab kecelakaan.

Konon katanya, hantu mengerikan itu suka tiba-tiba muncul di jalur tersebut. Sehingga membuat pengendara kaget dan tak fokus saat mengemudi hingga menabrak.

Banyak yang menyarankan, jika melintasi jalur ini saat malam hari, kewaspadaan harus benar-benar ditingkatkan. Sebab si hantu itu selalu muncul pada malam hari.

2 dari 5 Halaman

Pocong di Lingkrar Pemalang

Mudik Lewat Pantura, Ini 5 Lokasi yang Terkenal AngkerPocong di Lingkrar Pemalang

Urban legend terkadang memang tak bisa disepelekan. Cerita-cerita tentang penghuni tak kasat mata di suatu tempat pun begitu.

Di Indonesia, cerita macam begitu seperti tak ada habisnya. Setiap tempat punya kisah sendiri.

Seperti misteri jalur lingkar Pemalang, Jawa Tengah. Di jalur yang kerap dilalui para pemudik ini, beredar cerita penghuni berupa kuntilanak hingga pocong.

Tak hanya sekadar menampakkan diri, kuntilanak dan pocong itu bahkan bisa menjelma menjadi patung. Kejadian mencekam seperti itu, epernah dialami oleh seorang sopir truk.

Kala itu, si sopir truk melintasi jalur lingkar Pemalang dalam kondisi sepi. Hanya ada dirinya yang sedang melintasi, pada malam hari.

Si sopir melihat ada batu besar di sisi jalan, dari arah kejauhan. Ketika jarak semakin dekat, batu tersebut tiba-tiba lompat ke arah truk.

Kejadian itu membuat truk mengalami kecelakaan. Entah karena si sopir kaget atau berusaha menghindari batu yang tiba-tiba mengarah pada truk.

3 dari 5 Halaman

Kakek Tua di Kedungkelor

Mudik Lewat Pantura, Ini 5 Lokasi yang Terkenal AngkerKakek Tua di Kedungkelor

Cerita soal penunggu jembatan, jalan, atau tempat apapun sering menjadi kasak-kusuk di tengah masyarakat. Ada yang percaya, dan ada juga yan tak percaya.

Bagi yang percaya biasanya akan menganggap bahwa sosok gaib itu adalah penunggu. Tapi bagi yang tak percaya, mungkin akan menganggapnya sebagai halusinasi dan cerita seru belaka.

Hampir di setiap tempat punya cerita menyeramkan masing-masing. Seperti cerita soal kakek tua di lintassan Kedungkelor, Pantura.

Orang-orang yang mengaku pernah melihatnya, mengatakan bahwa sosok kakek itu kerap muncul tiba-tiba. Tak pelak kerap membuat para pengendara yang melintas kaget.

Yang membuat si kakek makin menyeramkan adalah karena si kakek tua berjalan tak menapak tanah, alias melayang. Seperti urban legend pada umumnya, sosok kakek tua itu juga dikait-kaitkan dengan kecelakaan yang kerap terjadi di lintasan kedungkelor.

4 dari 5 Halaman

Alas Roban

Mudik Lewat Pantura, Ini 5 Lokasi yang Terkenal AngkerAlas Roban

Banyak pengendara tak berani lewat kawasan Alas Roban, Batang, Jawa Tengah. Terutama pada malam hari. Sejak dulu, daerah tersebut terkenal sangat angker. Kawasan itu merupakan salah hutan kecil yang ada di Jawa Tengah.

Zaman dahulu, kawasan hutan jati di Plelen, Gringsing itu pernah dikenal sebagai tempat pembuangan mayat pada tahun 1980-an. Mayat-mayat itu adalah korban dari penembak misterius (Petrus). Semua korbannya dibuang ke Alas Roban.

Tidak hanya itu, daerah tersebut sudah sering terjadi puluhan kecelakaan lalu lintas. Sudah banyak yang meninggal di sana akibat kecelakaan. Lalu, muncul cerita-cerita mistis beredar di masyarakat. Ada yang pernah melihat kuntilanak, pocong sampai genderuwo.

Dulu, jika malam hari, sepanjang jalur Alas Roban memang gelap. Masih dikelilingi pohon-pohon jati. Jalannya pun tidak lurus, ada yang berkelok dan menanjak curam. Wajar, jika setiap pengendara melintasi jalan tersebut selalu was-was.

Jika menengok ke belakang, jalan raya Alas Roban hanya ada satu, yaitu jalan raya Poncowati. Jalan itu dibuat pada era pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, Gubernur Jendral Hindia Belanda ke-36. Dia memerintah antara tahun 1808 hingga 1811.

Sekarang, cerita itu sudah berubah. Sekarang sudah dibangun jalan baru. Ada jalur alternatif jika pengendara ingin menuju Semarang atau sebaliknya menuju Jakarta. Ada dua jalan tembus yang dibangun tahun 1990-an dan 2000-an.

5 dari 5 Halaman

Hantu Cantik Jenu Tuban

Mudik Lewat Pantura, Ini 5 Lokasi yang Terkenal AngkerHantu Cantik Jenu Tuban

Percaya atau tidak, hampir semua tempat punya cerita mistis tersendiri. Apalagi di jalan-jalan tertentu yang dianggap punya penunggu.

Seperti di kawasan Jenu, Tuban, Jawa Timur. Di lokasi ini memang kerap terjadi kecelakaan. Nah, kecelakaan itu kerap dihubung-hubungkan dengan si penunggu jalan tersebut.

Beberapa pengendara yang melintas di jalan itu mengaku melihat sosok hantu wanita dengan paras yang cantik. Karena tampang rupawan itulah, beberapa pengendara mengaku \'gagal fokus\' hingga akhirnya kecelakaan.

Selain itu, jalur ini memang cukup sepi dengan jalan yang halus. Maka tak heran jika bisa membuat pengendara terlena dan tancap gas.

Terlepas dari benar atau tidaknya hantu sebagai penyebab kecelakaan, tapi tak ada salahnya berkendara lebih berhati-hati.

BERI KOMENTAR